EmitenNews.com - Bank BNI (BBNI) bakal menebar dividen Rp13,03 triliun. Alokasi dividen itu diambil sekitar 65 persen alias dividen payout ratio (DPR) dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp20,04 triliun. So, para pemodal akan mendapat santunan dividen Rp349,41 per lembar. 

Dengan demikian, kalau mengacu penutupan perdagangan saham perseroan edisi Selasa, 10 Maret 2026 di level Rp4.260 per helai, maka divden yield perseroan sekitar 8,2 persen. Selanjutnya, 35 persen setara Rp7,01 triliun dari laba bersih dicatat sebagai saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan belum ditentukan. 

Rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan pada 9 Maret 2026. Dan, rincian pembagian dividen tahun buku 2025 menjadi sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 17 Maret 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 25 Maret 2026.

Cum dividen pasar tunai pada 26 Maret 2026. Ex dividen pasar tunai pada 27 Maret 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 26 Maret 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 7 April 2026. Kebijakan pembagian dividen tunai itu berdasar data keuangan per 31 Desember 2025.

Ya, sepanjang tahun lalu, emiten perbankan di bawah Danantara itu meraup laba bersih senilai Rp20,04 triliun. Kemudian, perseroan mengemas saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sebesar Rp7,01 triliun. Terakhir, perseroan dibekali dengan total ekuitas Rp176,33 triliun. (*)