Disokong Raksasa Thailand, Bank Permata (BNLI) Mantap di idAAA
:
0
Foto: Permata Bank
EmitenNews.com - Lembaga pemeringkat efek PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk PT Bank Permata Tbk (BNLI). Penilaian ini terutama mencerminkan tingkat kemungkinan yang sangat kuat akan adanya dukungan dari induk perusahaan, yakni Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank).
Peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo kepada emiten di Indonesia. Peringkat ini menunjukkan kemampuan obligor yang superior untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya.
Dalam laporan ikhtisar peringkat tertanggal Rabu (28/10/2026), Pefindo mencatat profil kredit berdiri sendiri dari emiten berkode saham BNLI ini disokong fondasi internal yang kuat. "Profil kredit berdiri sendiri Bank Permata didukung oleh posisi pasar yang sangat kuat dan permodalan yang sangat kuat, tetapi dibatasi oleh ketatnya persaingan di industri perbankan," tulis Pefindo.
Pefindo menegaskan peringkat tersebut dapat diturunkan apabila ada indikasi pelemahan tingkat dukungan dari pemegang saham utama. Penurunan peringkat dapat dipicu oleh berkurangnya tingkat kepemilikan saham serta porsi pengendalian Bangkok Bank terhadap perseroan.
Selain itu, tekanan terhadap peringkat saham BNLI dapat terjadi jika Pefindo menilai adanya penurunan kemampuan finansial dari pihak pemegang saham dalam memberikan dukungan.
Bank Permata sendiri pertama kali didirikan pada tahun 1954 dan resmi mencatatkan sahamnya sebagai perusahaan terbuka di bursa pada tahun 1990. Langkah akuisisi dilakukan pada tahun 2020 ketika Bangkok Bank secara resmi menjadi pemegang saham pengendali perseroan.
Per 30 Juni 2026, Bangkok Bank menguasai kepemilikan saham Bank Permata sebesar 89,1 persen. Sementara itu, sisa porsi kepemilikan saham lainnya dipegang oleh masyarakat.(*)
Related News
Saham SUPA Bangkit, Laba Meroket 398,8 Persen
Kuartal III, COIN Berbalik Boncos Rp40,78 Miliar
WISL Siapkan Kas Rp2,12 Triliun Buat Lunasi Utang
BNI Buyback Rp547 Miliar, Durasi Sampai 27 Januari
Bebas HSC, MGLV Kebut Pusat Data, dan Jadwal Right Issue Rp2,53T
Ekspansi Pusat Data, Entitas DSSA Borong Lahan Rp3,1 Triliun





