Divestasi Berlanjut, Komut MEDS Dipastikan Masih Tetap Pegang Kendali
Komisaris Utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), Jemmy Kurniawan
EmitenNews.com - Produsen alat kesehatan tercatat di bursa, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) kembali mencatat aksi divestasi saham oleh Komisaris Utama sekaligus pemegang saham pengendali, Jemmy Kurniawan. Meski demikian, manajemen memastikan langkah tersebut tidak mengubah struktur pengendalian di Perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Jemmy Kurniawan pada 2 Januari 2026 melepas sebagian kepemilikan saham MEDS melalui dua transaksi. Penjualan pertama dilakukan atas 5.908.500 saham di harga Rp71 per saham, disusul penjualan 1.481.500 saham di harga Rp72 per saham pada hari yang sama.
Pasca-transaksi, kepemilikan Jemmy tercatat turun dari 989,5 juta saham atau setara 63,33 persen menjadi 982,11 juta saham atau 62,86 persen. Manajemen MEDS menegaskan bahwa tujuan transaksi tersebut murni untuk divestasi, tanpa mempengaruhi kendali atas Perseroan.
Sebagai catatan, hingga akhir November 2025 Jemmy masih menggenggam 67,04 perseb saham MEDS. Sepanjang Desember 2025 hingga awal Januari 2026, Perseroan melaporkan telah terjadi beberapa kali aksi penjualan saham oleh Jemmy. Secara kumulatif, kepemilikan pengendali tercatat telah berkurang sekitar 4,18 persen dalam kurun waktu tersebut.
Dari sisi pergerakan saham, MEDS masih menunjukkan volatilitas tinggi. Dalam enam bulan terakhir, harga saham MEDS melonjak 48 persen atau naik 24 poin. Namun, dalam satu bulan terakhir, saham ini terkoreksi 22 poin atau turun 22,92 persen. Pada perdagangan hari ini, Senin 5 Januari 2026, hingga pukul 14.29 WIB, saham MEDS terpantau menguat tipis 1 poin ke level Rp73 per saham.
Sementara itu, kinerja keuangan Perseroan hingga kuartal III 2025 masih berada di zona negatif. MEDS mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp5,72 miliar atau setara rugi Rp3,66 per saham, meningkat dibandingkan rugi Rp5,53 miliar (-Rp3,54 per saham) pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan Perseroan juga terkontraksi signifikan, turun dari Rp6,76 miliar pada kuartal III 2024 menjadi Rp4,95 miliar pada kuartal III 2025.
Related News
Pemegang Saham CDIA Melesat! Nambah 13 Ribu Lebih dalam Sebulan
PNGO Tebar Dividen Interim Rp90 per Saham, Yield Tembus 2,86%
Maybank Sekuritas Tampung 5,13 Persen Saham SMIL, Porsi Dirut Menyusut
3 Hasil RUPS terakhir MKNT dari Pinjaman hingga Perubahan Manajemen
Saat Menguat, Saham YOII Kena Aksi Jual Dapen Bank Jateng
Free Float MORA Meledak Usai Cerai dari XL dan Ditempel Sinar Mas





