EmitenNews.com - PT Cilacap Samudera Fishing Industry (ASHA) mencaplok Jembatan Lintas Global (JLG) senilai Rp28 miliar. Transaksi itu dilakukan dengan membeli 3.499 lembar atau 99,97 persen saham JLG. Perseroan mencaplok JLG dari dua pemegang saham.


Tepatnya, perseroan membeli 3.324 lembar milik Ervin Sutioso. Transaksi pembelian setara 94,97 persen saham JLG itu bernilai Rp26,59 miliar.  Kemudian, membeli 5,00 persen saham JLG milik Andi Soegiarto.  Pembelian setara 175 lembar saham JLG itu bernilai Rp1,4 miliar. 


Nilai transaksi sama dengan 20 persen atau lebih dari ekuitas perusahaan. Berdasar laporan keuangan perseroan per 31 Maret 2022, ekuitas perseroan tercatat Rp85,17 miliar.  Jadi, transaksi itu sesuai POJK 17/2020 masuk material, dan butuh persetujuan para pemegang saham.


Nah, untuk memuluskan rencana transaksi itu, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada 29 Juli 2022. Selanjutnya, pada 1 Agustus 2022, perseroan akan mengumumkan ringkasan hasil RUPS luar biasa melalui keterbukaan informasi. 


Transaksi itu, merupakan wujud dari implementasi dari penggunaan dana hasil initial public offering (IPO). Transaksi akuisisi senilai itu, alokasi anggaran diambil dari kas internal tepatnya dana hasil IPO. 


Transaksi itu, sejalan dengan strategi usaha bidang perikanan untuk menghasilkan kinerja arus kas lebih produktif dari aktivitas investasi. ”Transaksi juga akan membuat modal lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis,” tulis William Sutioso, Direktur Cilacap Samudera. (*)