EmitenNews.com - PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) membidik target pendapatan sebesar Rp1,66 triliun pada tahun 2026 dengan EBITDA mencapai Rp84,39 miliar.

Guna mencapai target tersebut, emiten yang bergerak di bidang perikanan khususnya pengolahan hasil laut, perdagangan dan jasa penyimpanan (cold storage) juga telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capex sebesar Rp100 miliar hingga akhir tahun 2026, untuk menambah fasilitas produksi hingga peningkatan kapasitas pengolahan.

Direktur Keuangan DPUM, Adi Winardi mengatakan, selain dua hal tersebut, rencana alokasi capex juga ditujukan penguatan efisiensi operasional dan rantai pasok, serta mendukung peningkatan permintaan pasar domestik maupun ekspor.

“Tentunya, ekspansi ini diharapkan dapat memperkuata daya saing perseroan sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujarnya dalam press conference DPUM di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Bambang juga menerangkan, pendanaan ekspansi akan dilakukan melalui kombinasi aksi korporasi rights issue dan penerbitan surat utang.

Menurutnya, strategi tersebut dipilih guna menjaga fleksibilitas keuangan perseroan, sekaligus memastikan ketersediaan dana yang memadai untuk mendukung rencana ekspansi usaha tersebut.

“Sehingga target-target yang sudah direncanakan dapat tercapai,” katanya.

Di samping itu, Direktur Utama DPUM, Bambang Panca Putra menyebut rencana pasca insiden kebakaran yang terjadi, perseroan memastikan bahwa kejadian tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional maupun kemampuan Perseroan dalam memenuhi permintaan pelanggan.

DPUM tetap optimis mencapai target produksi hingga 3.100 ton sekaligus menambah target pasar ekspor. Hingga saat ini, enam negara telah menjadi pasar ekspor DPUM dengan Jepang menjadi salah satu penyumbang penjualan terbesar.

Seiring dengan kinerja perseroan yang positif, berdasarkan valuasi dari internal, DPUM memproyeksikan nilai wajar saham DPUM adalah Rp212/lembar saham dengan pendekatan DCF income approach dan market approach.