Drop 65,5 Persen, Laba Mega Perintis (ZONE) Makin Tipis di Semester I
:
0
PT Mega Perintis Tbk (ZONE) ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com - PT Mega Perintis Tbk (ZONE), perusahaan ritel yang fokus pada sektor pakaian, mencatatkan penurunan laba bersih yang signifikan pada semester pertama tahun 2024. Laba bersih perseroan turun tajam sebesar 65,5% secara year-on-year (yoy), dari Rp43,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi hanya Rp15,01 miliar.
Meskipun ZONE mengalami peningkatan pada penjualan bersih sebesar 1,59% yoy menjadi Rp405,02 miliar, kenaikan ini tidak cukup untuk menutupi lonjakan beban yang dihadapi perusahaan.
Beban pokok penjualan naik drastis sebesar 19% yoy menjadi Rp196,75 miliar, sementara beban penjualan juga meningkat 12,7% yoy menjadi Rp152,95 miliar. Kenaikan beban ini memberi tekanan besar pada profitabilitas perusahaan.
Selain itu, ZONE juga harus menghadapi kerugian selisih kurs sebesar Rp1,04 miliar, sebuah situasi yang sangat berbeda dibandingkan semester pertama tahun lalu ketika perseroan membukukan keuntungan selisih kurs sebesar Rp1,19 miliar. Kerugian selisih kurs ini menambah tekanan pada laba bersih yang sudah tergerus oleh peningkatan beban.
Hingga akhir Juni 2024, ZONE mencatatkan total aset sebesar Rp661,49 miliar, dengan total ekuitas sebesar Rp391,81 miliar. Data ini menunjukkan bahwa meskipun perusahaan masih memiliki fondasi aset yang kuat, tekanan dari beban dan kerugian selisih kurs telah mengikis laba bersihnya secara signifikan.
Perseroan kini dihadapkan pada tantangan untuk mengelola beban dan risiko keuangan guna mengembalikan kinerja profitabilitas di semester berikutnya.
Related News
SMDR Bagi Dividen Final Rp155,6 Miliar Senilai Rp9,5 per Saham
KOTA Garap Rest Area Rp300M di JORR 2, Perkuat Mesin Recurring Income
Saham Publik Cuma 0,22 Persen, FASW Cari Jalan Keluar Suspensi BEI
Jadi Rebutan Investor, TPIA Resmi Tuntaskan PUB V Rp6 Triliun
Saham Bank Mandiri (BMRI) Drop 6 Hari Beruntun Usai Dirut Riduan Beli
Sudah Jalan 4 Tahun, WSBP Masih Lanjutkan Konversi Utang Jadi Saham





