EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) besok Kamis (10/3) kedatangan dua emiten baru alias listing yakni sebagai Perusahaan Tercatat ke-10 dan ke-11 pada tahun 2022 ini. Kedua Emiten tersebut Sumber Tani Agung Resources Tbk dengan kode saham STAA dan PT Nanotech Indonesia Global Tbk dengan kode saham NANO.
PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) menetapkan harga penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering) sebesar Rp600 per saham menawarkan sebanyak 877.072.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 setiap saham atau sebanyak 8,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana. Sehingga dana yang bakal diraup sebesar Rp 526.243.200.000.
Perseroan telah menunjuk PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) Perusahaan sawit yang berbasis di Medan, Sumatera Utara ini secara grup memiliki 13 lokasi perkebunan kelapa sawit, 9 pabrik kelapa sawit, 1 pabrik kernel crushing, dan 1 pabrik solvent extraction yang berlokasi di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Sedangkan PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) Initial Public Offering (IPO) dengan masang harga perdana Rp100 per saham melepas sebanyak 1.285.000.000 saham atau 29,99% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham ke publik dengan harga Rp100 per saham pada nilai nominal Rp10 per saham. Sehingga dana yang bakal diraup dari IPO ini sebesar Rp128, 5 miliar.
Bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek : PT UOB Kay Hian Sekuritas.
Related News
Penjualan Hunian di Proyek Jumbo Agung Sedayu-Salim Group Melesat 34%
Pendapatan PYFA 9M-2026 Naik Dua Digit Jadi Rp2,4T, Rugi Menyusut
IPO ANDA Dibeking Henan (HP), Underwriter yang Terjerat Kasus IPO CUAN
Entitas Gaet Proyek Agrinas, INPS Private Placement Rp125 Miliar
Dua Emiten Mau Rights Issue Digelandang Masuk Papan FCA, Ada Apa?
Emiten Unggas (AYAM) Berbalik Laba, Kantongi Rp17,58 Miliar di Q3 2026





