Dua Saham Bergerak Kontras, BEI Turun Tangan
:
0
Screen perdagangan saham di BEI
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham dan waran Seri I PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET, INET-W) serta saham PT Utama Radar Cahaya Tbk. (RCCC).
Saham INET pada perdagangan Selasa (11/2) ditutup menguat 5,61% atau naik 6 poin ke level Rp113. Saham INET telah melonjak 66,18% dalam sebulan terakhir.
Sementara pada penutupan perdagangan Selasa (11/2), RCCC terpantau melemah -6,09% atau turun 7 poin ke level Rp108. Dalam seminggu, saham ini sudah ambruk -12,20% dan anjlok -64,24% sepanjang sebulan terakhir.
Yulianto Aji Sadono Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya Selasa (12/2) menuturkan bahwa suspensi saham dan waran INET sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor serta dalam rangka cooling down sementara itu saham RCCC mengalami penurunan harga signifikan.
BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham INET dan RCCC mulai sesi I perdagangan saham tanggal 12 Februari 2025 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sedangkan penghentian sementara perdagangan Waran Seri I INET dilakukan di Seluruh Pasar.
Penghentian sementara dilakukan dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham tersebut.
BEI juga menghimbau Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) adalah perusahaan jasa telekomunikasi yang didirikan pada 16 Desember 2016. Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial pada 2017. Perusahaan ini memberikan layanan business to business (B2B) kepada para mitra perseroan.
Sedangkan PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC), atau URC, adalah perusahaan pelayaran logistik, didirikan pada tahun 2012. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2014.
Perusahaan mengoperasikan dump truck (untuk mengangkut batu bara, gipsum, pasir, batu kapur, dll), truk tangki dan trailer (untuk mengangkut semen curah), dan truk tanpa badan (untuk mengangkut kantong semen).
Related News
30 Oktober, IMPC Distribusi Dividen Interim Rp273,43 Miliar
Kurangi Porsi, SSS Kini Kuasai 78,95 Persen Saham Victoria Care (VICI)
Penggunaan Dana IPO Harta Djaya (MEJA), Terbesar Untuk Modal Kerja
Pengendali VICI Anne Vabilia Salim Jual 402,4 Juta Saham, Raup Rp301M
Eksplorasi DEWA Tertahan Perizinan, Biaya Tembus Rp14,51M di Q3 2026
Baru Masuk Klub HSC, Pengendali SMMT Malah Tambah Porsi 100 Juta Saham





