Dua Saham Lepas Gembok Kompak Ngacir ARA, Ini yang Terjadi Berikutnya
:
0
Logo Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Dua saham yang baru saja kembali diperdagangkan usai masa suspensi yakni, PT Artha Mahiya Investama Tbk. (AIMS) dan PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM) beserta warannya (GRPM-W), langsung tancap gas menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) pada pembukaan perdagangan Senin (26/1/2026).
Pascapembukaan suspensi, pada opening perdagangan Senin (26/1/2026) tercatat kedua saham melakukan lompatan kenaikan hingga terbentur Auto-Rejection Atas (ARA). Yakni, saham AIMS melesat kencang 24,54 persen naik 200 persen di level Rp1.075. Lalu diikuti pula oleh saham GRPM yang ngacir mentok 9,70 persen setara naik 13 poin di Rp147.
Berselang hingga pukul 10.22 WIB, saham AIMS terpantau berangsur-angsur harganya merosot hingga kini kondisi berbalik anjlok sedalam 4,29 persen jatuh turun 35 poin di Rp780.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengemukakan bahwa pembukaan kembali perdagangan saham-saham tersebut dilakukan dengan pengawasan lanjutan.
Yulianto menambahkan, keputusan pembukaan kembali perdagangan ini mulai efektif diberlakukan pada Senin, 26 Januari 2026.
Untuk saham GRPM dan GRPM-W, BEI menetapkan status pengawasan khusus atau Full Call Auction (FCA) selama satu minggu ke depan, menyusul volatilitas ekstrem pascasuspensi sebelumnya.
Sementara itu, pelaku pasar menilai saham AIMS berpotensi kembali masuk radar suspensi lanjutan apabila tren sahamnya kembali menguat dan volatilitas sahamnya tidak diiringi dengan informasi material yang memadai dari perseroan. (*)
Related News
Damai AS-Iran, Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan Senin Sore
Menukik Tajam, BEI Cap UMA Saham FLMC
Melejit 169,29 Persen, BEI Suspensi Saham FORU
IUP Tak Cukup, ESDM Perketat Syarat Kegiatan Pertambangan
88 Emiten Telat Lapkeu 2025, BEI Tegas Kasih SP3 dan Denda Rp150 Juta
Pegadaian-KSEI Buka Jalur Baru Investasi Emas Nasional via Bursa ETF





