EmitenNews.com - Langkah PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menuju pemain industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) skala regional memasuki babak baru. Keputusan strategis perseroan dalam mengakuisisi jaringan bisnis di kawasan ASEAN telah membuka ruang analisis mengenai proyeksi penciptaan nilai (Value Creation) terhadap postur neraca dan laba rugi konsolidasian pada periode yang akan datang.

Kesuksesan Aksi Korporasi

COCO mencatat keberhasilan dalam merampungkan Penawaran Umum Terbatas (PUT III) dengan perolehan dana segar mencapai Rp1,28 triliun. Aksi rights issue ini mencatatkan tingkat serapan yang sangat baik: seluruh saham yang ditawarkan terserap sepenuhnya. 

Bahkan manajemen melaporkan adanya kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,65 kali lipat dari sisa saham yang tersedia—indikator kuat kepercayaan investor yang tinggi terhadap transisi COCO.

Bersumber dari prospektus penggunaan dana, COCO mengalokasikan porsi dominan hingga 92% untuk langkah ekspansi dan investasi usaha. Alokasi ini diarahkan secara spesifik untuk mengambil alih PT Sari Murni Abadi (Momogi Group), yang secara langsung memberikan COCO akses langsung ke dalam jaringan operasional Bibica di Vietnam. Sementara itu, 8% sisa dana dialokasikan untuk memperkuat struktur modal kerja operasional, termasuk pembelian bahan baku hingga riset dari tim pemasaran.

Postur Fundamental Bibica

Sebagai entitas yang terafiliasi melalui akuisisi ini, Bibica Joint Stock Company memiliki positioning strategis sebagai salah satu produsen makanan dan minuman terkemuka di Vietnam–pasar konsumen yang diidentifikasi memiliki laju pertumbuhan tercepat di Asia.

Merujuk pada laporan keuangan tahun buku 2025, Bibica membukukan kinerja fundamental yang tangguh. Total pendapatan bersih (net revenue) perusahaan konfeksioneri ini tercatat sebesar VND 1.780.710.120.529 (ekuivalen Rp1,13 triliun, mengacu pada kurs 30 Desember 2025). 

Dari sisi laba bersih (bottom line), perseroan berhasil mencetak laba senilai VND 128.662.459.267 (Rp82,34 miliar). Berdasarkan capaian tersebut, Bibica beroperasi dengan margin laba bersih (net profit margin) sebesar 7,22%, sebuah rasio profitabilitas solid dalam industri FMCG yang padat modal.

Proyeksi Konsolidasi Laba