EmitenNews.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim membeberkan penguatan ekosistem digital jadi katalis positif meningkatkan kinerja perseroan.

Direktur Utama BJTM, Winardi Legowo mengatakan bahwa optimalisasi ekosistem digital di Bank Jatim menjadi salah satu strategi perseroan meningkatkan likuiditas layanan, memperluas akuisisi nasabah, hingga mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana tunggal.

Menurut Winardi, digitalisasi juga menjadi entry point bagi perseroan untuk menangkap peluang pasar baru di tengah daya beli dan permintaan kredit yang masih konservatif. Itu juga yang menjadi alasan, Bank Jatim menerapkan strategi penyaluran kredit secara lebih selektif dengan mengutamakan aset.

Per Juli 2026 total kredit Bank Jatim mencapai Rp 66,4 triliun, terkontraksi 2,6% yoy, di mana segmen konsumtif, khususnya kredit Bank Jatim menunjukkan prospek pertumbuhan positif.

“Oleh karena itu, pengembangan layanan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat pangsa pasar,” kata Winardi belum lama ini, Rabu (9/9).

Di antara fokus perseroan yakni mencakup penyaluran kredit yang selektif untuk sektor ekonomi yang masih memiliki prospek, optimalisasi likuiditas melalui peningkatan dana murah, penguatan transaksi digital hingga ekspansi bisnis berbasis ekosistem.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp120 triliun, tumbuh 31,47% yoy. Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong pendapatan bunga bersih menjadi sekitar Rp4,6 triliun, meningkat 39,5% yoy.

Selanjutnya secara bank only, hingga Juli 2026 Bank Jatim mencatat total aset sebesar Rp98 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp66,4 triliun, sementara DPK tercatat sebesar Rp72,9 triliun. Di tengah strategi rebalancing bisnis dan kondisi perekonomian yang menantang, Bank Jatim tetap mampu mencatat laba bersih sebesar Rp802 miliar, tumbuh 1,76% yoy.

Dalam menghadapi kontraksi DPK yang antara lain dipengaruhi berkurangnya Transfer ke Daerah, lanjut Wahyu, Bank Jatim terus memperkuat sumber dana murah dari masyarakat. Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan transactional banking, ekspansi layanan digital JConnect Mobile, program pemasaran yang bersifat seasonal, serta pengembangan ekosistem dengan berbagai business partner. Bank Jatim juga memperluas akses layanan melalui pengembangan Agen Laku Pandai serta penambahan jaringan ATM dan CRM.

“Penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi utama kami untuk meningkatkan utilitas layanan, memperluas akuisisi nasabah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana tertentu. Kami ingin menjadikan ekosistem yang sudah kuat sebagai entry point untuk menangkap peluang pasar baru,” ungkap Winardi.