EmitenNews.com—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengalami kerugian saat mengangkut jamaah haji 2022, hal ini disebabkan melonjaknya harga avtur.

 

Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis (26/1/2023).

 

"Pada 2022 tahun lalu kita menentukan dalam kontrak kerja kita dengan Kementerian Agama bahwa harga avtur sebesar 84,9 sen per liter, faktanya harganya pada musim haji 112 sen per liter, jadi ada kenaikan," kata Irfan.

 

Irfan menyampaikan ini adalah konsekuensi yang harus ditanggung Garuda Indonesia untuk persoalan harga, dan kebetulan saat itu Kemenag mengajukan harga yang pada saat itu realistis.

 

"Tapi pada kenyataannya waktu kita terbang itu 112 (sen per liter)," imbuhnya.