Dukungan Induk Kuat! Pefindo Pertegas Rating Bank KB Bukopin (BBKP) idAAA
:
0
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA Bank KB Bukopin (BBKP). Pefindo juga menetapkan peringkat idAA untuk obligasi subordinasi berkelanjutan II-2017 KB Bukopin masih beredar. Prospek untuk peringkat perusahaan stabil.
Peringkat tersebut mencerminkan dukungan sangat kuat dari Kookmin Bank Co., Ltd, Kookmin Bank atau Induk usaha Bank KB Bukopin, posisi pasar kuat industri perbankan, dan tingkat permodalan kuat. Namun, peringkat itu dibatasi indikator kualitas aset, dan profitabilitas lemah.
Peringkat dapat diturunkan apabila Pefindo melihat tingkat dukungan atau kepemilikan KB Kookmin Bank menurun signifikan. KB Bukopin merupakan bank umum dengan fokus pada bisnis retail, terdiri dari segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan konsumer.
Obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi dari Pefindo. Kemampuan obligor memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, superior. Efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi diberikan, dan kemampuan obligor memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang dibanding obligor lainnya di Indonesia, sangat kuat.
Pada akhir Maret 2023, pemegang saham pengendali Bank KB Bukopin yaitu Kookmin Bank Co., Ltd dengan kepemilikan 67 persen, Perusahaan Pengelola Aset 1,5 persen, dan publik 31,5 persen. Per 31 Maret 2023, kegiatan usaha KB Bukopin didukung 3.333 karyawan dengan 1 kantor pusat, 42 kantor cabang, 187 kantor cabang pembantu, 1 kantor fungsional, dan 347 ATM. (*)
Related News
Usai Kebakaran, ini Langkah Pemulihan Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
Harga LUCY Melonjak 159 Persen YTD, Pengendali Obral 378 Juta Saham
SMDR Tambah Jatah Dividen Tahun Buku 2025, Total Nyaris Rp200 Miliar
Transformasi Pengelolaan Human Capital SMGR Diganjar 3 Penghargaan Ini
Esa Medika (EMMI) Patok IPO Rp446-Rp515 per Saham, Cek Detailnya!
Emiten UMKM (MPIX) Akuisisi 60 Persen MCA Rp28,7 Miliar Untuk DigiPay





