Dukungan Kuat, Pefindo Tegaskan Peringkat Anak Usaha WSKT di ‘idBBB’ Prospek Stabil
:
0
EmitenNews.com - PEFINDO memberikan peringkat "idBBB-" kepada PT Waskita Toll Road (WSTR). Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".
Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi. Tanda Kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.
Peringkat tersebut mencerminkan tingkat dukungan yang sangat kuat dari induknya PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT, idBBB/Stabil) dan propsek jalan tol yang baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan Perusahaan yang agresif dan proteksi arus kas yang lemah, ketergantungan yang tinggi pada divestasi aset untuk membiayai ekspansi bisnis, dan risiko bisnis terkait pengembangan jalan tol baru.
Peringkat dapat dinaikkan jika WSTR berhasil melaksanakan divestasi sesuai rencana untuk mempertahankan arus kas yang solid sambil meningkatkan profil keuangannya secara signifikan secara berkelanjutan. Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan gagal melakukan divestasi aset jalan tol Perusahaan sesuai rencana dan diikuti oleh tingkat utang yang lebih tinggi dari perkiraan, yang dapat melemahkan struktur permodalan dan proteksi arus kas Perusahaan. Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika Perusahaan gagal menyelesaikan pembangunan jalan tol dari entitas anak yang mayoritas sahamnya dimiliki, yang selanjutnya dapat menunda arus kas masuk dari pendapatan jalan tol dan rencana divestasi. Peringkat juga dapat diturunkan jika kami melihat penurunan yang signifikan terkait tingkat dukungan dan kepemilikan dari induk perusahaan.
Bergerak di industri jalan tol, Waskita Toll Road memiliki saham di 13 pengusahaan jalan tol, dengan pemegang saham per 30 Juni 2021 terdiri dari WSKT (87,5%), PT Taspen (Persero) (7,9%), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (4,5%).
Related News
Penurunan IHSG Sepanjang 2026 Terburuk Se-ASEAN, Asia Pasifik, & Dunia
OJK Perpanjang Tenggat Pelaporan SLIK Asuransi Hingga 2027
Harga Beras SPHP Tak Naik, Tapi Pembelian Dibatasi
BREN, DSSA, IFSH, dan SOTS Hiasi Top Losers Pekan Ini
WBSA, BDMN, dan KOTA Huni Top Gainers, Simak Lengkapnya
IHSG Longsor 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.736 Triliun





