Duta Anggada Realty (DART) Tawarkan Obligasi Rp92 Miliar, Bunga 11,5 Persen
EmitenNews.com - PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II Duta Anggada Realty Tahap II Tahun 2021 sebanyak-banyaknya Rp92 miliar pada tanggal 16 September 2021 besok.
Manajemen DART dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/9/2021) menyebutkan bahwa obligasi itu ditawarkan dengan bunga tetap 11,5 persen dan akan jatuh tempo pada tanggal 2 Oktober 2022. Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulanan (3 bulan) dimana bunga pertama dibayarkan pada tanggal 21 Desember 2021, sedangkan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi terakhir adalah pada tanggal 1 Oktober 2022.
Dana hasil penerbitan obloigasi itu akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kegiatan usaha sehari-hari, tidak terbatas untuk perawatan dan pengelolaan gedung, utilitas, dan lainnya.
Untuk memuluskan rencana itu, DART menunjuk Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi obligasi dengan peringkat irBBB+ dari PT Kredit Rating.
Adapun dengan penerbitan surat tersebut, maka jumlah total utang DART kian bertambah.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, tercatat utang obligasi jangka pendek senilai Rp200 miliar. Selain itu, DART juga mencatatkan utang bank jangka pendek sebesar Rp210 miliar dan utang bank jangka panjang sebesar Rp2,89 triliun.
Adapun jadwal pelaksanaan sebagi berikut:
Pernyataan Efektif dari OJK : 1 Februari 2021
Masa Penawaran Umum : 16 September 2021
Tanggal Penjatahan : 17 September 2021
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Obligasi : 21 September 2021
Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 21 September 2021
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Industri Melambat,SMGR Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Sepanjang 2025
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025





