EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah cukup signifikan, akibat koreksi saham berhubungan AI, dan investor mengantisipasi pemilu midterm Amerika Serikat (AS). Laporan keuangan dan proyeksi kinerja emiten teknologi di bawah estimasi telah meningkatkan kekhawatiran akan tanda-tanda perlambatan dalam pertumbuhan bisnis terkait AI.

Harga minyak meningkat lebih dari 2 persen, dan ditutup pada level tertinggi sejak akhir April (30/10), seiring kemungkinan eskalasi perang AS-Iran setelah pemilu midterm AS. Harga emas melemah 2,7 persen di level USD3,910 per troy oz, merupakan level terendah dalam setahun terakhir karena kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga.

Investor akan mencermati pemilu midterm AS pekan ini (3/11), di mana menurut jajak pendapat diindikasikan Partai Republik berisiko kehilangan mayoritas di DPR AS, dan kendali atas Senat. Oleh karena itu, berpotensi menghambat upaya Presiden AS Donald Trump menjalankan agenda. Konflik geopolitik juga masih akan menjadi perhatian investor, di samping berlanjutnya earning season kuartal III 2026.

Jumat, 30 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,80 persen menjadi 5.057. Pekan ini, dari domestik akan rilis data Manufacturing PMI, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026, cadangan devisa, dan indeks harga rumah. Investor akan mencermati dampak pengeluaran saham-saham HSC dari perhitungan IHSG mulai Senin (2/11).

Kondisi itu, akan mendorong kenaikan bobot saham-saham lain masih masuk dalam perhitungan, terutama saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar. Secara teknikal diperkirakan IHSG menguji level 4.900-5.000. Kalau IHSG bertahan di atas level 5.000, maka berpotensi bergerak sideways di kisaran 5.000-5.200. Peluang menutup gap 5.800 masih terbuka kalau IHSG mampu bertahan di atas 5.450.

Menilik data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah andalan berikut. Yaitu, London Sumatera Plantation (LSIP), Astra International (ASII), HM Sampoerna (HMSP), Alamtrie Resources (ADRO), dan Indofood Sukses Makmur (INDF). (*)