Efek MSCI Meluas, BI Ungkap Asing Keluar dari Saham Hingga SBN & SRBI
:
0
Ilustrasi Bank Indonesia. Dok. SINDOnews.
EmitenNews.com - Tekanan arus modal asing keluar atau capital outflow dari pasar keuangan domestik mulai meluas. Bank Indonesia mengungkapkan, hal itu tidak hanya terjadi di pasar saham, aksi pelepasan aset oleh investor asing juga merambah Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Kepada pers, dalam keterangannya yang dikutip Minggu (25/10/2026), Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Hutapea mengatakan,
kondisi tersebut terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Bank sentral telah mengamati perubahan aliran modal asing sejak pengumuman MSCI pada 16 Oktober 2026. Erwin menyebutkan, outflow tidak hanya terjadi di pasar saham, tetapi SBN juga outflow, SRBI juga outflow.
Tekanan yang meluas ke sejumlah instrumen keuangan tersebut menjadi perhatian BI dalam menjaga stabilitas pasar dan kecukupan likuiditas rupiah di dalam negeri. BI merespons perkembangan tersebut melalui sejumlah kebijakan moneter untuk memastikan likuiditas tetap tersedia, dan aktivitas transaksi di pasar keuangan dapat berlangsung dengan baik.
Warta Ekonomi menyebutkan, salah satu dampak yang terlihat adalah kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah, khususnya SBN bertenor 10 tahun.
Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Mengalami Kenaikan
Data Investing.com menyebutkan, yield SBN tenor 10 tahun meningkat dari 7,16% pada Senin (19/10/2026) menjadi 7,44% pada perdagangan Kamis (22/10/2026).
Itu artinya, imbal hasil obligasi pemerintah tersebut mengalami kenaikan sekitar 28 basis poin dalam periode tersebut. Kenaikan yield mencerminkan penyesuaian harga obligasi di pasar sekunder, mengingat harga obligasi dan tingkat imbal hasil bergerak berlawanan arah.
Diketahui pergerakan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap prospek pasar keuangan Indonesia setelah pengumuman konsultasi MSCI.
Related News
Pasokan Gas Dikurangi Sepihak RI, Ini Langkah yang Diambil Singapura
Data Kemendag, Ekspor Kecap Nasional Rp340M, Terbesar ke Australia
Ekonom Ini Nilai Penyaluran Kredit Rp400T Berisiko Picu Kredit Macet
Proyek NUSA, Indonesia-Singapura Incar Peluang Ekonomi Baru dari AI
Pemerintah Cabut IUP PT KEL, Rosan Perkasa Ungkap Kepastian Hukum
Anggaran Terkuras, Negara Ini Pertimbangkan Akhiri Subsidi Bensin





