Anggaran Terkuras, Negara Ini Pertimbangkan Akhiri Subsidi Bensin
:
0
Seorang konsumen sedang berbelanja di salah satu supermarket di Jepang. Pemerintah Jepang berencana mengakhiri subsidi bensin karena pos anggaran terkuras untuk subsidi meski kebijakan ini akan memicu lonjakan inflasi. Foto: Kyodo
EmitenNews.com - Harga minyak dunia yang terus melambung dan nilai tukar terhadap dolar AS yang melemah membuat negara kaya ini berencana mengakhiri subsidi bensin untuk rakyatnya.
Ya, Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk mengurangi subsidi bensin mulai Desember karena kekhawatiran atas menipisnya anggaran meski kebijakan ini akan memicu melompaknya inflasi.
Seperti dilaporkan Investing.com, Jumat (23/10.2026) mengutip Reuters, dua pejabat berkuasa di Jepang membocorkan rencana tersebut.
Pemerintah dan koalisi penguasa sedang mendiskusikan proposal untuk secara bertahap mengurangi subsidi mingguan yang dibayarkan kepada distributor bahan bakar. Dalam rencana ini, rata-rata harga bensin eceran akan naik menjadi sekitar 175 yen per liter pada Desember dan 180 yen pada Januari.
Pemerintah Jepang telah mengucurkan subsidi darurat tersebut pada Maret untuk melindungi konsumen rumah tangga dan bisnis dari kenaikan harga minyak setelah perang AS-Israel dengan Iran dimulai.
Program ini menghabiskan biaya beberapa miliar dolar AS setiap bulannya bagi pemerintah untuk mempertahankan rata-rata harga bensin reguler secara nasional di sekitar 170 yen ($1,09) per liter.
Pengeluaran ini dengan cepat menguras anggaran tambahan sebesar 3,1 triliun yen yang telah disetujui pada Juni, sementara harga minyak mentah tetap tinggi.
Berakhirnya subsidi ini berisiko memicu lonjakan tajam inflasi konsumen Jepang, yang sejauh ini masih relatif terkendali meski harga minyak dan gas melonjak. Namun, inflasi produsen Jepang naik tajam tahun ini akibat meningkatnya biaya bahan bakar.
Related News
Rupiah Menguat Tipis Terhadap Dolar AS Pagi Ini
Gagal Bayar Kupon, Surat Utang POST Masuk Status Default
Emas Antam Anjlok Empat Hari Beruntun Terseret Global
Emas Anjlok Dekati USD4.000, Likuidasi AI Jadi Pemicu
Inflasi Inti Jepang Tembus 2,1%, BOJ Berpeluang Naikkan Suku Bunga
Minyak Tembus USD113, Ancam Beban Subsidi Energi RI





