Eksekusi Right Issue, Vientje Setor Modal Malacca Trust (MTWI) Rp5,66 Miliar
:
0
EmitenNews.com - Vientje Harijanto mengeksekusi right issue Malacca Trust (MTWI) senilai Rp5,66 miliar. Itu dengan memborong 56.662.460 helai atau 56,66 juta lembar. Eksekusi direktur perseroan tersebut terjadi pada harga pelaksanaan Rp100 per eksemplar.
Transaksi tersebut telah dilakukan pada 2 Januari 2023. ”Transaksi untuk kepentingan pelaksanaan right issue Malacca Trust,” tulis Iis Syarifuddin, Corporate Secretary Malacca Trust Wuwungan Insurance.
Dengan pelaksanaan transaksi itu, tabungan saham Vientje menjadi 124,44 juta lembar alias setara dengan 4,26 persen. Melesat 1,7 persen dari sebelum transaksi dengan donasi tidak kurang dari 67,77 juta eksemplar setara dengan 2,56 persen.
Sekadar informasi, Malacca Trust menggeber right issue maksimal Rp139,86 miliar. Itu dengan melepas 1.398.667.523 helai alias 1,39 miliar lembar pada harga pelaksanaan Rp100 per helai. Pengeluaran saham baru itu setara 47,83 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh setelah right issue bernominal Rp100.
Right issue itu, menyasar pemegang saham dengan nama tercatat pada 28 Desember 2022 pukul 16.15 WIB. Setiap pemegang 12 saham lawas berhak atas 11 HMETD. Di mana, setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 setiap saham.
Batavia Prosperindo Internasional sebagai pemegang saham utama, dan pengendali, pada 30 September 2022, memiliki 1.266.139.508 saham, mewakili 82,98 persen dari jumlah modal ditempatkan, dan disetor penuh dalam perseroan. Berdasar surat pernyataan komitmen pada 13 Desember 2022, BPI akan melaksanakan seluruh HMETD yaitu 1.160.627.882 saham atau mewakili 82,98 persen sesuai harga pelaksanaan.
Dana hasil right issue untuk modal kerja dengan menambah portofolio investasi guna meningkatkan kapabilitas risiko beban sendiri (owned retention). Itu diharap meningkatkan daya tampung atas setiap risiko, dan selanjutnya memperbesar premi bersih diterima. Penambahan portofolio investasi akan meningkatkan rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC), rasio kecukupan investasi (RKI) dalam mendukung pertumbuhan usaha perseroan. (*)
Related News
Gunanusa Stanby Buyer, Right Issue CBRE Tunggu Restu OJK
Kinerja Kredit Tumbuh 30,62 Persen, Ini Motor Penggerak Amar Bank
Bank Woori Saudara (SDRA) Rombak Manajemen, Tunjuk 7 Nama Baru
Pertumbuhan Kinerja IPCC Kian Solid pada Awal Kuartal II 2026
Total Rp60M, Emiten Plastik (APLI) Sisihkan Dividen dari Saldo Laba
TUGU Jadi Salah Satu Saham Liquidity Provider, Cek Manfaatnya





