EmitenNews.com - Bank Negara Indonesia (BBNI) menyetor modal Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS) senilai Rp500 miliar. Itu setelah perseroan mengeksekusi right issue 500 miliar helai pada harga pelaksanaan Rp1.000. Aksi itu sekaligus menghindarkan dilusi kepemilikan saham lebih parah pasca-right issue BSI. 


”Transaksi penyertaan modal telah dilakukan pada 19 Desember 2022 dengan melaksanakan sebagian hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang diperoleh perseroan,” tulis Okki Rushartomo B, Corporate Secretary BNI. 


Selain itu, BNI juga telah mengalihkan 742.439.344 HMETD kepada CIMB Niaga Sekuritas. Menyusul transaksi itu, jumlah saham perseroan di BSI bertambah menjadi 10,72 miliar helai. Estimasi kepemilikan saham perseroan di BSI akan terdilusi menjadi di kisaran 23,24-23,87 persen.


Komposisi akhir kepemilikan saham perseroan di BSI akan diketahui setelah transaksi perdagangan, dan penjatahan pembelian saham tambahan BSI dirampungkan. ”Transaksi untuk memperkuat modal BSI, termasuk mendukung pencapaian visi menjadi top 10 global islamic bank,” imbuhnya. 


Suntikan modal itu, diharap memperkuat struktur permodalan, dan mendongkrak performa BSI. Ujungnya nanti, diharap memberi kontribusi positif bagi BNI sebagai salah satu pemegang saham. (*)