Ekspansi, dan Digitalisasi, EPAC Proyeksi Penjualan 15 Persen
:
0
Salah kegiatan di pabrik Megalestari. FOTO - Dok EPAC
EmitenNews.com - Megalestari Epack Sentosaraya (EPAC) beserta anak-anak usaha secara umum merupakan kelompok usaha bergerak bidang kemasan fleksibel. Dalam hal ini, kelompok usaha memproduksi kemasan fleksibel konvensional melibatkan konsep cetak rotogravure melalui perseroan, mengoperasikan usaha kemasan fleksibel melibatkan teknologi digital printing (Platform Digital) melalui PT Epac Flexibles Indonesia (EFI).
Adanya dua fasilitas atau metode produksi itu, menempatkan EPAC sebagai pelaku usaha kemasan fleksibel yang menawarkan fleksibilitas dari aspek kuantitas pesanan maupun harga. Sampai kuartal kedua 2026, dapat dilihat terlepas dari adanya peningkatan performa, perseroan mengalami kesulitan untuk mencatat keuntungan.
Sebagaimana telah dijelaskan dalam Keterbukaan Informasi perseroan melalui Surat No. 004/MERS/VIII/CORSEC/26 Tanggal 27 Agustus 2026, kesulitan perseroan untuk mencatat keuntungan secara konsolidasi salah satunya disebabkan oleh operasional dari fasilitas produksi perseroanME menimbulkan beban kinerja.
Oleh karena itu, per Kamis, 31 Desember 2026, perseroan merencanakan penghentian operasi fasilitas produksi tersebut. Di mana, usaha kemasan fleksibel perseroan akan sepenuhnya fokus pada, dan dijalankan melalui Platform Digital EFI. Sebagai bagian dari rencana dalam paragraf sebelumnya, perseroan melalui EFI berencana melakukan ekspansi dengan membuka fasilitas produksi baru di Surabaya pada 2027.
Dengan adanya pembukaan fasilitas produksi baru, perseroan memproyeksi kapasitas untuk mempertahankan pertumbuhan penjualan tahunan di kisaran 15 persen sampai tahun 2028. Selain itu, dengan ditutupnya Plan Konvensional MES, dan fokus operasi pada plant digital pada fasilitas produksi EFI di Tangerang dan Surabaya, perseroan akan mengalami pertumbuhan gross profit, operational profit, dan EBITDA (tanpa menyertakan pendapatan lain-lain), net profit setiap tahun.
Berdasar proyeksi perseroan setelah mempertimbangkan dampak diskontinu MES, dan ekspansi usaha tersebut terhadap kinerja keuangan perseroan untuk periode 2027 hingga 2030, estimasi terhadap nilai wajar saham EPAC dengan menggunakan kombinasi metode discounted cash flow dan multiple EBITDA adalah Rp163 miliar. (*)
Related News
Sempat 2x ARA & 8x ARA Beruntun, 2 Saham Disuspensi BEI Kapan Dibuka?
Tuntaskan Akuisisi Perusahaan Asal Australia, Saham BUMI Ngacir ARA
Anak Usaha Berulah, Telisik Kinerja, dan Tarian Saham MAPA
Sentimen Erupsi Anak Krakatau, 2 Sektor Saham Ini Jadi Sorotan
BUMI Tuntaskan Akuisisi 100 Persen Saham Loyal, Segini Nilainya
Jejak Transformasi Tjokro Group dan Masuk Pasar Modal via GPSO





