EmitenNews.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi Kamis (1/4). Itu sekaligus menutup Maret dan kuartal pertama dengan raihan positif. Saham teknologi menjadi buruan investor dengan pertumbuhan tinggi.


S&P 500 meroket 0,4 persen menjadi 3.972,89. Nasdaq Composite melonjak 1,5 persen ke posisi 13.246,87. Apple, Microsoft, dan Facebook melambung 1,6 persen. Tesla surplus 5 persen. Dow Jones Industrial Average anjlok 85,41 poin (0,3 persen) menjadi 32.981,55.


Sepanjang Maret Dow Jones terbang 6,6 persen, dan S&P 500 melonjak 4,3 persen. Sepanjang kuartal pertama, Dow Jones meerkat 7,8 persen, dan S&P 500 menanjak 5,8 persen. Nasdaq berkinerja buruk karena saham teknologi sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga. Pada Maret Nasdaq hanya naik 0,4 persen, dan secara kuartalan surplus 2,8 persen.


Presiden AS Joe Biden akan mengungkap paket belanja infrastruktur lebih USD2 triliun. Selain itu, juga akan menaikkan tarif pajak perusahaan menjadi 28 persen. Kenaikan pajak dikombinasikan dengan langkah pengurangan laba, akan mendanai rencana infrastruktur dalam 15 tahun.


Sejumlah investor khawatir dampak negatif kenaikan pajak perusahaan dan kenaikan inflasi di tengah stimulus fiskal secara masif. Imbal hasil Treasury 10 tahun diperdagangkan datar pada 1,73 persen. Imbal hasil obligasi telah meningkat di tengah peluncuran vaksin Covid-19.


Investor menunggu laporan pekerjaan utama Maret untuk menilai pemulihan pasar tenaga kerja. Diprediksi 630 ribu pekerjaan bertambah dan tingkat pengangguran turun menjadi 6 persen.


Sementara itu, mayoritas bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan Rabu (31/3). Di antaranya ASX 200 naik 0,78 persen, HSI turun 0,70 persen, KOSPI minus 0,28 persen, Nikkei tekor 0,86 persen, dan SSEC anjlok 0,43 persen. Pergerakan bursa Asia cenderung melemah dipicu kekhawatiran pelaku pasar akan yield obligasi pemerintah AS meningkat ke level 1,73 persen. 


Kondisi itu, sejalan dengan ekspektasi kenaikan inflasi yang diperkirakan membuat Bank Sentral AS, The Fed akan mengetatkan kebijakan suku bunga. Selain itu, pelaku pasar juga tengah menantikan rilis data Automatic Data Processing (ADP) mengenai tenaga kerja sektor swasta AS Maret rilis Rabu waktu setempat (30/3).


Nah, Equity Research Analyst Victoria Sekuritas Michael Alexander Santoso menyebut sentimen eksternal tersebut juga memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 1,42 persen ke level 5.985,52 pada perdagangan Rabu (31/3).


Selanjutnya, pada perdagangan Kamis (1/4), Indeks diperkirakan berayun pada rentang support 5.863, dan resistance di kisaran 6.066. Sejumlah saham patut untuk dikoleksi antara lain Puradelta Lestari (DMAS) Rp244, XL Axiata (EXCL) Rp2.150, AKR Corporindo (AKRA) Rp3.320, United Tractor (UNTR) Rp22.850, dan Buyung Poetra Sembada (HOKI) Rp250. (abm)