EmitenNews.com - Harga emas dunia melanjutkan kenaikannya dengan diperdagangkan di atas USD4.100 per ons pada Kamis, 5 November 2026. Kenaikan ini memperpanjang penguatan dari sesi perdagangan sebelumnya di tengah dinamika politik Amerika Serikat dan pasar komoditas global.

Kenaikan harga logam mulia tersebut dipicu oleh kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Hasil pemilu ini memperkuat harapan akan berakhirnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut memicu penurunan tajam pada harga minyak dunia.

Selain faktor geopolitik, penguatan harga emas juga mendapat sokongan dari pelemahan nilai tukar dolar AS serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah. Kombinasi faktor makroekonomi ini meningkatkan daya tarik emas bagi para investor di pasar keuangan global.

Terkait dinamika politik domestik AS, Presiden Donald Trump mengakui bahwa Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilihan paruh waktu sebagian besar karena perang. Presiden Donald Trump juga menunjuk kenaikan harga bensin sebagai faktor utama di balik kekalahan tersebut, sambil mengindikasikan bahwa tidak ada rencana segera untuk meningkatkan serangan militer terhadap Iran.

Penurunan harga minyak mentah global berpotensi mengurangi tekanan inflasi serta meredakan kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga bank sentral dalam waktu dekat. Pelaku pasar kini mengalihkan fokus perhatian mereka ke laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat.

Data ketenagakerjaan tersebut dinilai krusial karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, para pedagang saat ini mencatat probabilitas sebesar 79 persen untuk kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan bulan Desember.(*)