Emiten Alkes LABS Siap Dukung Pemerintah Hadapi Ancaman Hantavirus
:
0
PT UBC Medical Indonesia (LABS)
EmitenNews.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menekankan sejauh ini belum ada Hantavirus yang menular antar manusia di Indonesia, seperti yang terlaporkan pada kapal pesiar mewah MV Hondius, yakni jenis Andes virus, berbeda dengan kasus positif di Indonesia didominasi oleh strain Seoul virus.
Kemenkes RI telah menerbitkan SE kewaspadaan terkait kesiapan menghadapi Hantavirus. Setiap kasus suspek dan konfirmasi wajib dilaporkan melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons) dan Pelaporan berjenjang ke Dinkes setempat. Pasien suspek segera ditangani sesuai protokol penyakit infeksi zoonotik. Kasus berat dirujuk ke RS rujukan dengan fasilitas perawatan intensif serta menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) standar. Kesiapan untuk laboratorium adalah penguatan kapasitas pemeriksaan rapid test dan PCR.
Beberapa Perusahaan / Penyedia Alat Kesehatan berbasis Rapid / PCR di Indonesia sudah terintegrasi dengan kebutuhan penunjang pemeriksaan diagnostic baik secara mengidentifikasi virus atau bakteri, mulai dari penyakit menular hingga tidak menular. Hal ini membuktikan bahwa ekosistem alat pemeriksaan kesehatan Indonesia sudah siap 100% dalam mengidentifikasi penyakit-penyakit tertentu.
Salah satunya adalah PT UBC Medical Indonesia (LABS) sebagai penyedia Alat Kesehatan Diagnostik khusus untuk pemeriksaan penyakit menular, seperti HPV, HIV, TB dan lain-lain.
Direktur LABS, dr Yudha Indrawirawan mengatakan bahwa Perseroan sendiri saat ini sedang dalam fase ekspansi yang cukup agresif tercemin pada laporan keuangan tahun 2025 dengan pendapatan yang naik siginifikan serta membukukan laba yang positif dengan terus bertumbuh setiap tahunnya.
"LABS merespons kasus Hantavirus ini dengan cepat dan kesiapan untuk bekerjasama dengan beberapa produsen alat kesehatan luar negeri untuk mendistribusikan alat pemeriksaan kesehatan dan reagent khusus untuk penyakit infeksi zoonotik dan aktif melakukan edukasi preventif mengenai penyakit infeksi zoonotik ke masayarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).
Ia menambahkan, ada kemungkinan Perseroan ke depannya membuat Reagent Pemeriksaan Penyakit Zoonotik ini di dalam negeri melalui anak Perusahaan yaitu PT Esora Medika Indonesia hal ini tentunya demi menekan biaya impor, kurs dollar yang semakin tidak terkendali sehingga dapat meningkatkan margin Perusahaan.
"Dan pada akhirnya manfaat yang dapat LABS berikan adalah harga pemeriksaan diagnostik di Indonesia terjangkau untuk semua kalangan," imbuhnya
Related News
Transaksi Material 21,54 Persen, CANI Jual Aset USD1,7 Juta
Harga Anjlok ke Gocap, GOTO Minta Restu Buyback Rp3,5 Triliun
TLKM Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
Bayu Buana (BAYU) Siap Alirkan Dividen, Rp100 per Saham
Ekalya (ELPI) Tuntaskan Pengalihan Saham, Nilainya Mencapai Rp17,25M
ARCI Siap Bagi Dividen, Rp1T Besarnya!





