EmitenNews.com - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membukukan dinamika kinerja keuangan yang berorientasi pada ekspansi operasional sepanjang semester I-2026. Emiten pertambangan mineral logam mulia di bawah naungan Grup Bakrie ini mencatatkan penyesuaian laba bersih di tengah kenaikan kapasitas produksi, perluasan basis pelanggan emas domestik, serta penguatan posisinya dalam indeks acuan global.

Kinerja Finansial: Omzet Terkoreksi, Beban Keuangan Tekan Bottom Line

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, BRMS membukukan total pendapatan (top line) sebesar USD 95,85 juta, mengalami penyesuaian dibandingkan periode semester I-2025 yang tercatat sebesar USD 120,85 juta. Kendati omzet terkoreksi, perseroan berhasil menjaga efisiensi biaya operasional tambang sehingga mampu mengantongi laba usaha (middle line) di level USD 31,95 juta.

Di level bottom line, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD 12,92 juta, turun 43,75 persen secara tahunan dari periode sebelumnya. Penurunan profitabilitas ini dipengaruhi oleh dua faktor utama non-operasional, yaitu peningkatan beban bunga akibat penarikan fasilitas pendanaan ekspansi pabrik pengolahan dan kerugian selisih kurs (forex loss).

Baca Juga: Profit BUMI Melesat 188%, Berkah Pasar Lokal & Efek Transaksi Jhonlin

Penjualan Emas Melesat di Pasar Domestik dan Diversifikasi Pelanggan

Mengacu pada Catatan 27 Laporan Keuangan BRMS, seluruh pendapatan perseroan diserap 100 persen oleh pasar domestik. Komoditas emas menjadi kontributor utama dengan menyumbang USD 92,81 juta atau 96,88 persen dari total omzet, sementara penjualan perak sebagai produk sampingan (by-product) berkontribusi sebesar USD 2,98 juta (3,12%).

Secara struktur pelanggan, terjadi pemetaan ulang (rebalancing) basis pembeli emas BRMS. PT Hartadinata Abadi Tbk masih menjadi pelanggan terbesar dengan menyerap USD 44,71 juta (46,67% dari total penjualan). Posisi berikutnya diisi oleh PT Swarnim Murni Mulia senilai USD 23,63 juta. 

Selain itu, BRMS berhasil memperluas keterjangkauan pasarnya dengan menggaet tiga pembeli baru, yakni PT Simba Jaya Utama (USD 9,31 juta), PT Aneka Tambang Tbk/ANTM (USD 7,71 juta), dan PT Lotus Lingga Pratama (USD 7,45 juta).

Efisiensi HPP dan Sinergi Ekosistem Grup Bakrie