Emiten Jumbo Disebut Bikin IHSG Merosot, Ada Saran Begini
:
0
Lantai perdagangan saham di BEI
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan 4,67% sepanjang 21–27 Februari 2025, emiten-emiten jumbo menjadi faktor pemberat.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut faktor global, domestik dan laporan keuangan emiten menjadi penyebab.
Analis Strategi Institute Fauzan Luthsa menyebutkan faktor global dapat diminimalisir jika pondasi pasar modal sehat.
“Kita butuh diversifikasi skala emiten di market. Ketergantungan pada emiten besar tidak hanya menyempitkan pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan risiko volatilitas pasar dan ketergantungan pada investor asing,” jelasnya, Sabtu (1/3).
Ia mengatakan konsentrasi bursa pada emiten jumbo telah menciptakan pasar yang terlalu terkonsentrasi. Akibatnya ada resiko sistemik yang membesar.
Ia mencontohkan, emiten jumbo, dengan bobotnya yang signifikan dalam indeks, bila mengalami koreksi dapat memicu penurunan IHSG yang tajam.
“Begitu juga ketika mayoritas dana investasi mengalir ke perusahaan besar, setiap fluktuasi nilai sahamnya memiliki dampak berlipat ganda terhadap kestabilan pasar secara keseluruhan.”
Dikatakannya dengan komposisi investor asing mencapai 40 persen, aksi penjualan besar-besaran dapat mengguncang pasar. “Ketika pilihan investasi terbatas hanya pada emiten jumbo, mekanisme penyerapan pasar lokal menjadi lemah dan ini memperburuk dampak penarikan modal oleh asing.”
Fauzan mengatakan, secara jangka panjang kondisi pasar modal ini akan semakin rapuh, hal ini dapat dilihat pada pipeline IPO dimana terdapat antrian 19 calon emiten, “18 diantaranya emiten jumbo dan hanya satu perusahaan menengah. Ini membuat pilihan bagi investor menjadi sangat terbatas.”
Menurutnya penambahan emiten menengah bukan sebatas faktor jumlah, tetapi juga menciptakan ekosistem pasar yang lebih sehat.
Related News
IHSG Rontok ke 4.904, 624 Saham Anjlok, TMPO Malah Naik Paling Tinggi
IHSG Mendadak Jebol ke 4.910 Dekati 3,6% Penurunan, Ada Apa?
Jeda Siang, IHSG Sesi I (3/11) Berbalik Arah dan Anjlok 2,62% ke 4.963
Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Naik 0,62% ke Level 5.128
Produksi Jagung Anjlok, Emiten Pakan Perlu Waspada
Wall Street Jeblok, IHSG Lanjut Menguat





