Emiten Konglo di Daftar HSC Terbaru, Dari Salim Hingga Hartono
:
0
Sejumlah emiten milik grup konglomerat besar di Tanah Air terdapat di daftar saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) yang diumumkan Bursa Eek Indonesia (BEI), Rabu (15/7/2026). Foto: Emitennews
EmitenNews.com - Sejumlah emiten milik grup konglomerat besar di Tanah Air terdapat di daftar saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham ekstrem oleh pihak tertentu.
Data itu muncul setelah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merilis daftar saham yang masuk kriteria HSC, Rabu (15/7/2026) dini hari. Melalui lama resmi IDX, terdapat 50 emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham ekstrem oleh pihak tertentu.
Daftar 50 emiten teridentifikasi HSC yang dipublikasikan BEI merupakan gabungan dari daftar pemantauan sebelumnya dan emiten yang baru terdeteksi dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi di atas 92%.
Berdasarkan data yang diolah Emitennews.com dari berbagai sumber, Rabu (15/7/2026), dari 50 emiten yang masuk HSC terdapat emiten-emiten milik konglomerat mulai Grup Salim, Sinar Mas, Grup Lippo, Grup Djarum sampai Grup Bakrie.
Berikut daftarnya:
Grup Salim (Anthoni Salim)
• PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET): Induk investasi Salim di sektor ritel (Indomaret, KFC/FAST, Sari Roti/ROTI).
• PT DCI Indonesia Tbk (DCII): Pusat data (Data Center) terkemuka, di mana Anthoni Salim menjadi salah satu pemegang saham pengendali terbesar bersama Toto Sugiri.
• PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA): Lini bisnis perbankan di bawah kendali Grup Salim.
Grup Sinar Mas (Keluarga Widjaja)
• PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR): Raksasa kelapa sawit dan produsen minyak goreng Filma.
• PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Pilar bisnis energi, batu bara, infrastruktur, dan teknologi Sinar Mas.
• PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS): Anak usaha DSSA yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.
Grup Lippo (Keluarga Riady)
• PT Multipolar Technology Tbk (MLPT): Lini bisnis teknologi dan integrator sistem di bawah PT Multipolar Tbk (MLPL).
• PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO): Jaringan rumah sakit swasta terbesar milik Lippo.
Grup Djarum (Keluarga Hartono)
• PT Global Digital Niaga Tbk (BELI): e-commerce Blibli.com, yang juga membawahi Tiket.com dan Ranch Market (RANC).
• PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI): Bank digital (dahulu Bank Bisnis Internasional) yang kini dikendalikan oleh Kredivo Group, di mana Grup Djarum memiliki eksposur investasi yang kuat di dalamnya.
Grup CT Corp (Chairul Tanjung)
• PT Bank Mega Tbk (MEGA): Bank umum konvensional utama milik Chairul Tanjung.
• PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI): Bank digital milik CT Corp yang juga menggandeng ekosistem strategis lain (termasuk Salim, Bukalapak, Grab).
Related News
Grup Sinarmas Dominasi HSC, Intip Performa Sahamnya
10 Grup Konglomerat Kompak Terjerat HSC BEI, Cek Saham-Sahamnya!
Baru Seminggu di Bursa, Hampir 28% Saham JECX Langsung Dicaplok SAME
Dirut ITSEC Asia (CYBR) Tambah Saham, Komisaris Ini Jual 835.300 Helai
JAST Kantongi MoU dengan Zevolve Percepat Teknologi AI di Ragam Sektor
Naik Pesat, TGUK Beber Rahasia Penjualan Rp200M di Kuartal I





