Emiten Mothercare (BABY) Ungkap Transaksi Material Rp345M, Ada Apa?
Pengurus Multitrend menilik dari dekat pergerakan perdana saham perseroan Pasca-IPO. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Multitrend Indo Tbk (BABY) mengumumkan adanya Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS dengan nilai Rp345.000.000.000 atau setara 84,03 persen terhadap total ekuitas perseroan yang senilai Rp410,57 miliar. Transaksi tersebut diungkap telah dilakukan pada Kamis, 1 Desember 2025 dengan acuan laporan keuangan per 31 Oktober 2025.
Nauli Masitha Dewi selaku Corporate Secretary sekaligus Legal Manager BABY dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Kamis (1/1/2026) dalam dokumen yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), BABY menjelaskan transaksi material tersebut berupa pinjaman yang diterima secara langsung dari perbankan, sehingga termasuk transaksi yang dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai independen.
Adapun, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut meliputi PT Multitrend Indo Tbk, PT Kanmo Multi Gemilang (Anak Usaha BABY), serta PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA).
Nauli menyatakan transaksi ini dilakukan dalam rangka mendukung kebutuhan pendanaan Perseroan dan entitas anak.
Transaksi material ini sempat menjadi perhatian pasar setelah emiten berkode saham BABY disinggung dalam unggahan Instagram Stories Yudho Sadewa (@bc.8a41121a), anak dari Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, pada pertengahan Desember 2025. Unggahan tersebut muncul tak lama setelah BABY mengumumkan rencana rights issue serta rencana akuisisi Emway Globalindo, entitas yang berada di bawah kendali pemegang saham pengendali BABY.
Sebagai catatan, BABY berencana rights issue dengan menerbitkan total 238.571.825 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp590. Penerbitan saham baru itu, akan dihargai dengan nilai nominal Rp25. Kemudian, setelah transaksi dan rights issue itu terlaksana, perseroan akan menjelma sebagai pengendali EGI.
Namun, seluruh rangkaian transaksi itu harus terlebih dahulu mendapat izin pemegang saham. Untuk mendapat restu tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB pada 26 Januari 2026 mendatang.
Related News
Founder COAL Jualan Bertubi-Tubi, Harga Saham Nyungsep ke Rp86!
Jadi Perseroda, Bank Sumut Dapat Setoran Modal Berupa Gedung
Jaya Ancol Cairkan Kredit dari Danamon Rp100 Miliar
SPBU Esso Resmi Masuk Kantong, TPIA Perluas Cengkeraman Regional!
Grup Emtek (RSGK) Ungkap Pemulihan Suspensi, Mau Kerek Free Float!
BREN Penguasa Market Cap 2025, DSSA Meroket 173 Persen





