EmitenNews.com - PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) menutup semester I-2026 dengan catatan manis. Emiten nikel ini sukses turnaround keluar dari lubang rugi dan membukukan laba bersih Rp39,50 miliar.

Kinerja moncer ini ditopang lonjakan pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, pundi-pundi penjualan neto IFSH melesat 88,56% secara tahunan menjadi Rp634,29 miliar. Setahun sebelumnya angkanya baru Rp336,37 miliar.

Geliat penjualan itu ikut mendongkrak Laba bruto IFSH melesat lebih dari 4x lipat ke Rp291,02 miliar dari Rp65,27 miliar. Meski beban pokok penjualan ikut bengkak ke Rp343,27 miliar, efisiensi di tubuh perseroan tetap terjaga.

Beban umum dan administrasi memang naik menjadi Rp111,98 miliar. Namun, IFSH berhasil membalikkan rugi usaha Rp2,88 miliar di semester I-2025 menjadi laba usaha Rp179,03 miliar.

Tren positif berlanjut hingga laba sebelum pajak yang tercatat Rp51,64 miliar. Padahal periode sama tahun lalu masih minus Rp2,12 miliar. 

Alhasil, laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk mengakhiri tren merah dengan torehan Rp39,50 miliar. Bandingkan dengan rugi Rp11,36 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Di sisi neraca, total aset IFSH per akhir Juni 2026 tercatat Rp1,03 triliun, sedikit melandai dari Rp1,06 triliun di akhir 2025. Liabilitas juga susut ke Rp142,71 miliar dari Rp147,62 miliar. Ekuitas perseroan kini berada di level Rp895,77 miliar.

Adapun, beriringan dengan terbitnya pembukuan laporan keuangan interim, saham IFSH terpantau menguat kencang di Papan Pemantauan Khusus setinggi 9,77% di Rp1.180.