Emiten Prajogo (TPIA) Klarifikasi Isu Force Majeure Selat Hormuz
:
0
Potret kapal operasional milik emiten PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) tengah berlabuh. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memberikan klarifikasi atas pemberitaan mengenai pengumuman force majeure yang dikaitkan dengan potensi disrupsi pasokan bahan baku (feedstock) melalui jalur Selat Hormuz.
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa Chandra Asri mengumumkan force majeure terkait potensi gangguan pasokan feedstock melalui Selat Hormuz. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa durasi force majeure belum dapat dipastikan berdasarkan pengumuman perseroan tertanggal Senin (2/3).
Menanggapi pemberitaan tersebut, TPIA dalam klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis (5/3/2026) menampik bahwa pemberitahuan force majeure yang disampaikan kepada pelanggan merupakan langkah preventif secara administratif di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi jalur distribusi energi dan rantai pasok internasional.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, menjelaskan bahwa, “Langkah ini kami ambil sebagai bentuk transparansi dan pencegahan timbulnya kerugian yang besar kepada mitra usaha serta pemangku kepentingan. Pemberitahuan force majeure tidak serta-merta mencerminkan penghentian operasional perusahaan.”
Ia menambahkan hingga saat ini kegiatan operasional perseroan masih berjalan sebagaimana mestinya. Namun, perusahaan tetap memantau perkembangan situasi global secara cermat serta melakukan evaluasi berkala terhadap potensi implikasi yang dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap operasional.
Sebagai bagian dari pengelolaan risiko, Chandra Asri juga dikatakan Suryandi melakukan penyesuaian tingkat operasional (run rates) secara selektif menyesuaikan kondisi pasokan dan kebutuhan produksi. Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga kesinambungan usaha serta stabilitas pasokan kepada pelanggan.
Selain itu, perseroan menerapkan kerangka manajemen risiko melalui diversifikasi sumber bahan baku, pengelolaan inventori secara hati-hati, serta penguatan koordinasi dengan pelanggan, pemasok, dan mitra logistik guna memastikan fleksibilitas operasional di tengah dinamika pasar global.
Related News
Modernland (MDLN) Restrukturisasi Notes USD289 Juta Jatuh Tempo 2028
Asuransi Bintang (ASBI) Rombak Direksi, Angkat Presiden Direktur Baru
HP Capital Resources Borong 189 Juta Saham LUCY Rp59,5 Miliar
Borong Saham TGUK Rp40,60 Miliar, VCG Siap Perkuat Bisnis Frozen Food
Pengendali Lego Besar-besaran 10% Saham ABDA, Nominal Mencapai Rp305M
Tujuh Saham Segera Cum Date Dividen, Ada Grup Astra hingga Sinar Mas!





