Emiten Sinarmas Grup Gelar Tender Offer Rp202,8M, Simak Detailnya
:
0
Gambar emiten BDSE
EmitenNews.com - Emiten pengembang grup Sinarmas PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menetapkan harga penawaran tender wajib atas 382.016.642 saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) senilai Rp531 per saham.
Dalam aksi tender offer ini, BSDE akan membeli 8,01 persen saham publik di SMDM yang juga emiten properti grup Sinarmas dengan total nilai maksimum mencapai Rp202,85 miliar.
Manajemen BSDE memastikan perseroan memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan dan menyelesaikan pembayaran penuh atas penawaran tender wajib ini. Aksi ini akan ditangani oleh PT Sinarmas Sekuritas sebagai pihak yang ditunjuk, dengan periode tender offer berlangsung mulai hari ini hingga 15 Januari 2025.
Sebelumnya, BSDE telah mengakuisisi 91,99 persen saham SMDM yang dimiliki oleh Top Global Ltd. Akuisisi ini dilakukan dengan nilai Rp2,33 triliun, setara dengan harga Rp531 per saham. Langkah ini menjadikan BSDE sebagai pemilik mayoritas saham SMDM, pengelola kawasan Rancamaya Golf.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, mengungkapkan bahwa akuisisi ini akan memperluas landbank perseroan secara signifikan. “Dengan bertambahnya landbank ini, masa pengembangan kami juga akan lebih panjang. SMDM memiliki landbank di area Bogor, Rancamaya, serta sekitar Jonggol atau Cibubur yang berdekatan dengan Kota Wisata,” jelas Hermawan.
Selain memperluas landbank, aksi korporasi ini diharapkan dapat mendorong nilai pra-penjualan (marketing sales) BSDE mulai tahun depan. “Kami optimis kontribusi dari akuisisi ini akan meningkatkan marketing sales ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.
BSDE menargetkan marketing sales sebesar Rp9,5 triliun pada tahun ini dan berharap akuisisi SMDM akan memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target tersebut, sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Related News
Peduli Karhutla di Kalimantan, CBI Group-SSMS Perkuat Logistik Pemadam
Teken MRA, PT PP (PTPP) Masuki Proses Penting Penguatan Fundamental
Peringkat Terjun Bebas, Rasio NPL BJBR Mengkhawatirkan
Bank Jago (ARTO) Tegaskan Komitmen ini
Pasar Menggeliat, Penjualan Mobil Astra (ASII) Melenting 13 Persen
Gudang Garam (GGRM) Akui Bandara Dhoho Belum Kasih Cuan, Capex Distop





