EmitenNews.com - PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) melaporkan pembelian saham Perseroan dalam jumlah signifikan oleh empat pihak melalui transaksi di pasar saham pada 7 Januari 2026. Pembelian saham dilakukan untuk tujuan investasi.

Harga transaksi maupun jumlah saham yang dibeli oleh empat investor tersebut persis sama. Pembeli pertama adalah Republik Capital Indonesia yang dilaporkan memborong 21,75 juta saham TRUK yang setara 5% kepemilikan.

Tiga investor berikutnya yaitu Suganto Gunawan, Suminto Husin Giman, dan Suwito dilaporkan melakukan transaksi pada hari yang sama dengan jumlah saham dan harga beli yang persis sama dengan Republik Capital.

Bersamaan dengan keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen TRUK pada Rabu (8/4/2026), Perseroan juga melaporkan bahwa pemegang saham pengendali yaitu PT Guna Makmur Raya telah melepas sebanyak 65,25 juta saham pada harga Rp198 per saham pada 7 April 2026.

Dengan demikian, total dana yang diraup Guna Makmur sebesar Rp12,9 miliar. Setelah penjualan itu, kepemilikan Guna Makmur di TRUK turun dari 40,17% menjadi 25,20%.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) perseroan periode 31 Maret 2026, pemegang saham perseroan terdiri dari Budi Gunawan sebanyak 5% yang bersama PT Guna Makmur Raya dengan porsi 40,17% bertindak sebagai pemegang saham pengendali (PSP).

Selain itu, sebesar 5% kepemilikan saham TRUK dikuasai oleh Carolina Kusuma yang merupakan pasangan dari Budi Gunawan. Sebesar 20% dimiliki oleh Catur Dharma Anugerah.

Porsi saham publik (free float) dilaporkan sebesar 29,83% pada 31 Maret 2025. Jumlah pemegang sahamnya tercatat 2.450 pihak, naik dari 2.303 pihak pada bulan sebelumnya.

Merespons transaksi borong saham oleh investor baru tersebut, harga saham TRUK melesat 58 poin atau 24,79% menjadi Rp292 per saham. Sepanjang tahun ini, harga TRUK tercatat merosot 273 poin (48,23%) secara year to date (ytd).