Energi Mega (ENRG) Menemukan Minyak Baru 156 Juta Barel, Ini Ekspektasi Manajemen
:
0
EmitenNews.com - PT Energi Mega Persada (ENRG) menemukan minyak baru 115 juta barel dari blok KKS Malacca Strait. Itu didapat melalui anak usaha yaitu PT Imbang Tata Alam (ITA). Maklum, ITA merupakan operator dan pemilik 100 persen working interest Blok KKS Malacca Strait.
Temuan minyak baru itu, tengah dalam proses sertifikasi oleh Gaffney Cline and Associates, salah satu konsultan migas terkemuka dunia. Berdasar pekerjaan optimasi pengembangan lapangan lanjutan (OPLL) di Lapangan TB, ITA juga berhasil menemukan tambahan jumlah minyak di tempat 41 juta barel.
Jadi, total penemuan minyak ditempat (Original Oil in Place) di lapangan TB, dan Ringgit menjadi 156 juta barel (115 juta barel + 41 juta barel). ”Penemuan minyak baru itu, akan berdampak positif terhadap kinerja produksi, dan keuangan perusahaan dalam waktu dekat ini,” tutur CEO Energi Mega Persada, Syailendra Bakrie.
Dengan penyelesaian aktivitas pemboran pada lokasi temuan minyak baru itu, ITA sebagai operator dan pemilik working interest di blok KKS Malacca Strait, diharap dapat menjadi salah satu dari 10 produsen minyak terbesar Indonesia. ”Kami akan terus mendukung target pemerintah mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari, dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030,” imbuh Syailendra.
Temuan minyak baru itu, kesuksesan atas aktivitas pemboran di lapangan minyak TB dan Ringgit, bagian dari blok KKS Malacca Strait. ”ITA aka melakukan pemboran pada 19 sumur pengembangan di lapangan terkait untuk mulai memproduksi temuan minyak baru tersebut,” tegas CFO Energi Mega Persada Edoardus Ardianto. (*)
Related News
Top 3 Emiten Rumah Sakit Konglo, Juaranya SILO, MIKA, atau HEAL?
SILO Raih Kredit Sindikasi Rp14,5T, Aset First REIT Ikut Dijaminkan
Merugi, Emiten Software (RUNS) Boncos 44,37 Persen Hingga Juni 2026
SMBC Indonesia (BTPN) dan BTN Tuntaskan Transaksi Alih Aset Pinjaman
Prospek Pasar Segmen Enterprise TLKM Diprediksi Naik 30 Persen
Siloam Hospitals Akuisisi Aset First REIT Rp6,9 Triliun, Ini Alasannya





