Entitas TOWR Jadi Pengendali DATA Usai Serap 51 Persen Saham Rp700,71M
:
0
Potret gedung Djarum Group selaku induk utama usaha. Foto: Djarum.
EmitenNews.com - PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo resmi menjadi pemegang saham pengendali baru PT Remala Abadi Tbk. (DATA) setelah mengakuisisi total 51% saham perseroan pada Senin (13/7/2026).
"Tujuan transaksi adalah untuk investasi atau kepemilikan saham langsung di emiten," tulis Protelindo dalam catatan transaksi (13/7).
Tahap pertama, Protelindo membeli 550 juta lembar saham atau setara 40% dari PT iForte Solusi Infotek (iForte). iForte dan Protelindo merupakan anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang berada di bawah Grup Djarum, dengan kepemilikan 100% di masing-masing entitas.
Tahap kedua, Protelindo juga membeli 151,25 juta lembar saham atau 11% dari Verah Wahyudi Singgih Wong, yang sebelumnya tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari DATA.
Berdasarkan keterbukaan informasi ke BEI, pembelian 151,25 juta lembar itu dilakukan di harga Rp1.091 per saham senilai Rp165,03 miliar. Sementara pembelian 550 juta lembar dari iForte dilakukan di harga Rp974 per saham senilai Rp574,70 miliar.
Dengan demikian kalkulasi total dana yang dikeluarkan Protelindo untuk mencaplok DATA kurang lebih mencapai Rp700,71 miliar.
Restrukturisasi Internal Grup TOWR
Usai transaksi, Protelindo kini menguasai 701.250.900 lembar saham DATA atau 51%. Dengan akuisisi ini, kendali DATA resmi berpindah dari iForte ke Protelindo, sesama anak usaha TOWR.
Remala Abadi merupakan perusahaan penyedia layanan internet, jaringan, dan solusi TI berbasis serat optik dan nirkabel. Hal ini turut memperkuat integrasi ekosistem infrastruktur telekomunikasi Grup Djarum.
Related News
Soal Merger, Telisik Gerak Kontras Saham ARTO, dan BFIN
Direksi SOCI Lepas Saham Jadi Nihil
BRNA Rencana Rights Issue, Ungkap Ada Insentif Waran dan Dilusi
Transaksi Tuntas, Sejumlah Bank Suntik DATA Rp1,15 Triliun
WSBP Boncos Beruntun, Semester I Defisit Makin Bengkak
Jual Habis Aset Digital, Laba EAST Paruh Pertama Melesat 34 Persen





