Soal Merger, Telisik Gerak Kontras Saham ARTO, dan BFIN
:
0
Sejumlah karyawan melintas di dekat logo Bank Jago. FOTO - Financial Bisnis
EmitenNews.com - Bank Jago (ARTO) menepis isu menyatu dengan BFI Finance (BFIN). ARTO mengklaim, hingga detik ini, belum ada rencana mengenai spekulasi merger tersebut. Penggabungan dua entitas tersebut baru sebatas rumor di kalangan pelaku pasar.
Oleh karena itu, perusahaan menyatakan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai adanya rencana merger antara Bank Jago dengan BFI Finance Indonesia, maupun mengenai pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu.
”Informasi sehubungan dengan aktivitas atau keputusan pemegang saham merupakan ranah masing-masing pemegang saham, dan berada di luar kewenangan perusahaan untuk memberikan tanggapan lebih lanjut,” elak Tjit Siat Fun, Director/Corporate Secretary Bank Jago.
Nah, di tengah rumor itu, performa saham BFIN dan ARTO bertolak belakang. Saham Bank Jago justru menguat 5,73 persen alias 65 poin menjadi Rp1.200 per helai. Lima hari terakhir melejit 26,32 persen setara 250 poin menjadi Rp950 per eksemplar.
Di sisi lain, saham BFIN kemarin turun 1,88 persen alias 15 poin menjadi Rp785. Mesai begitu, dalam tempo sebulan terakhir, saham BFIN telah melesat 12,14 persen atau 85 poin dari edisi 15 Juni 2026 di level Rp700 per lembar.
Sebelumnya, Bloomberg menyebut seklompok investor di bawah arahan Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi opsi kepemilikan di BFIN, dan ARTO, termasuk opsi penggabungan kedua entitas tersebut. Disebut-sebut, Goldman Sachs Group In tengah bekerja sama dengan pasar investor tersebut dalam strategic review. (*)
Related News
Direksi SOCI Lepas Saham Jadi Nihil
BRNA Rencana Rights Issue, Ungkap Ada Insentif Waran dan Dilusi
Transaksi Tuntas, Sejumlah Bank Suntik DATA Rp1,15 Triliun
WSBP Boncos Beruntun, Semester I Defisit Makin Bengkak
Jual Habis Aset Digital, Laba EAST Paruh Pertama Melesat 34 Persen
Sisa Dana IPO Rp127,7M, Olympus Strategic (NATO) Simpan di CIMB Niaga





