EmitenNews.com - Rest Area KM 57 dan KM 62 di ruas Tol Jakarta-Cikampek bakal dirombak total. Penataan ulang tersebut menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kementerian Pekerjaan Umum mencatat peningkatan kinerja infrastruktur yang berkontribusi pada penurunan tingkat fatalitas kecelakaan, meskipun volume lalu lintas meningkat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaporkan rencana penataan ulang Rest Area KM 57 dan KM 62 di ruas Tol Jakarta-Cikampek tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (7/4/2026). 

“Kami terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan jalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun volume lalu lintas meningkat, tingkat fatalitas kecelakaan menurun. Ini menjadi indikator penting bahwa upaya peningkatan keselamatan berjalan efektif,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo. 

Selain aspek keselamatan, evaluasi juga menyoroti pengelolaan titik layanan pengguna jalan, khususnya rest area. Rest Area KM 57 dan KM 62 dinilai berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas di sekitar ruas Tol MBZ dan Jakarta-Cikampek eksisting. 

“Rest area KM 57 dan KM 62 sudah kami evaluasi. Ke depan akan ditata ulang bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri agar pengelolaannya lebih optimal, terutama dalam mengantisipasi kepadatan saat periode puncak,” tambahnya. 

Pengoperasian ruas tol fungsional secara fleksibel dan situasional menjadi salah satu strategi dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Berdasarkan data evaluasi, selama Lebaran 2026, ruas tol fungsional melayani total 1.056.784 kendaraan.

Sebanyak 10 ruas tol fungsional sepanjang 291,13 km dioperasikan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera. Keberadaan ruas ini dinilai membantu mengurai kepadatan pada jalan tol utama serta meningkatkan konektivitas kawasan strategis. 

Di Pulau Sumatera, ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 24,67 kilometer mencatat 82.663 kendaraan. Sedangkan ruas Palembang–Betung sepanjang sekitar 53,20 kilometer melayani 87.079 kendaraan dan berfungsi sebagai jalur alternatif utama lintas timur Sumatera. 

Di Pulau Jawa, ruas Probolinggo–Banyuwangi menjadi yang paling dominan dengan volume mencapai 390.245 kendaraan. Disusul ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo dengan 131.949 kendaraan, mencerminkan tingginya mobilitas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. 

Tol Jakarta–Cikampek II Selatan yang difungsikan untuk arus balik juga mencatat 69.114 kendaraan dan membantu mengurangi beban lalu lintas pada ruas tol eksisting. Ruas lain seperti Yogyakarta–Bawen Seksi 6, Serang–Panimbang, dan Ciawi–Sukabumi turut berkontribusi dalam mengurai kepadatan. 

“Kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kesiapan infrastruktur, termasuk percepatan penyelesaian ruas-ruas tol strategis agar ke depan dapat beroperasi penuh,” kata Menteri Dody. 

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. “Secara umum kami mengapresiasi kesiapan infrastruktur yang semakin baik. Hal ini berdampak pada kelancaran lalu lintas serta menurunnya tingkat fatalitas kecelakaan.”