EXCL-FREN Merger, Karyawan Jalani PHK Massal?
:
0
Pengurus XL Axiata sebelum rencana merger dengan Smartfren Telecom. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Dian Siswarini telah hengkang dari XL Axiata (EXCL). Perempuan berhijab itu, rela menanggalkan posisi prestisius yaitu presiden direktur. Resign Dian, disebut-sebut berhubungan dengan merger perseroan bersama Smartfren (FREN).
”Tidak ada korelasi pengunduran diri CEO dengan merger perseroan bersama Smartfren Telecom. Pendeknya, Dian Siswarini mundur murni karena alasan pribadi,” elak Ranty Astari Rachman, Corporate Secretary XL Axiata.
Selang sehari dari Dian undur diri, Serikat Pekerja XL Axiata melakukan cuti massal. Di mana, perseroan telah menerima pemberitahuan dari Serikat Pekerja XL Axiata pada 5 Desember 2024, untuk melakukan cuti pada 6 Desember 2024.
”Dapat kami sampaikan cuti hak karyawan sesuai peraturan perusahaan, dan ketentuan lain yang berlaku. Cuti Serikat Pekerja itu, telah memperhatikan prosedur, dan ketentuan internal berlaku. Perseroan menghargai hak karyawan dalam menggunakan cuti tersebut,” imbuhnya.
Nah, undur diri CEO, dan cuti masal Serikat Pekerja itu, tidak berdampak pada operasional perseroan. Selain itu, juga tidak berdampak pada rencana merger perseroan dengan Smartfren Telecom. Nah, guna memastikan transisi lancar dalam proses penggabungan antara XL Axiata dan Smartfren, manajemen masing-masing tidak berencana memberhentikan karyawan.
Seluruh karyawan akan menjadi karyawan dari perusahaan yang menerima penggabungan. Ketentuan kerja yang ada untuk semua karyawan sepenuhnya dijamin, dan akan tetap tidak berubah untuk bertransisi ke, dan menjadi bagian dari, perusahaan yang menerima penggabungan. (*)
Related News
Naikkan Capex 2026, Medco Energi (MEDC) Pertahankan Produksi Migas
Kondisi Keuangan dan Likuiditas WIKA Masih Lemah, Pefindo Ungkap Ini
Setoran Modal Rp5M, Sinar Mas Multiartha (SMMA) Perkuat Anak Usaha
Serok Terus! Edwin Soeryadjaya Nyaris Tiap Hari Buy SRTG di September
PSSI Mau Bagi Saham Bonus Rp100 Per Helai, Restu Ada di RUPSLB
EURO Restui Rights Issue 2 Miliar Saham dan Rombak Manajemen





