EmitenNews.com - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) masih optimistis kinerja perusahaan tahun 2022 ini masih tumbuh positif, dengan pendapatan mencapai Rp 7,6 triliun atau tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan pencapaian tersebut, laba bersih diharapkan bisa tumbuh 22% atau mencapai Rp 1,6 triliun.


"Sementara EBITDA kita harapkan bisa tumbuh 13%," kata Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko.


Untuk mencapai target tersebut, Theodorus mengatakan pihaknya akan tetap fokus ke pertumbuhan organik dengan menambah pembangunan tower kurang lebih 1.000-1.500 tower baru.


Selain itu, pihaknya juga akan melakukan akuisisi atau pun konsolidasi tower grup di kisaran 3.000 tower.


"Dan kita menyiapkan bisnis baru, fiberisasi dan sebagainya. Ini yang kita yakini akan mendongkrak atau menjaga kinerja MTEL dengan baik," jelasnya.


Saat ini jumlah menara MTEL sudah mencapai 28.577 menara, atau bertambah 371 menara selama kuartal I 2022. Jumlah tersebut terdiri dari 12.034 menara di Jawa dan 16.543 menara berada di luar Jawa.


Dengan banyaknya tower tersebut, Mitratel telah berkontribusi bagi tanah air dengan meraih >25% pangsa menara di Indonesia, khususnya di Jawa. MTEL juga akan terus berkomitmen dalam menyediakan infrastruktur tower telekomunikasi untuk memperkuat persatuan dan ketahanan nasional di Indonesia.


Sekedar informasi, sampai dengan kuartal I 2022, MTEL masih berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 459 miliar di kuartal 1 tahun 2022 atau naik 33,9% dari Rp 343 miliar di periode yang sama pada tahun lalu.


Perolehan tersebut sejalan dengan pendapatan yang meningkat sebesar Rp 1.87 triliun, atau naik 21,5% di periode yang sama pada tahun lalu Rp 1.54 triliun. Adapun EBITDA juga naik signifikan sebesar Rp 1.44 triliun, dari sebelumnya Rp 1.12 triliun.