Fondasi Kuat, Sekuritas Ini Proyeksi Harga TUGU Rp1.700
:
0
Gedung TUGU berdiri kukuh menantang langit. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Kinerja dan fundamental Asuransi Tugu Pratama Indonesia (TUGU) mendapat perhatian positif kalangan analis pasar modal. Terbaru, Sinarmas Sekuritas merilis laporan riset yang mengungkap sejumlah alasan mengapa saham TUGU menarik jadi pertimbangan investor.
Berdasar risetnya, Sinarmas Sekuritas menilai TUGU memiliki kombinasi menarik antara kekuatan permodalan, kualitas underwriting, pertumbuhan bisnis sehat, dan potensi dividen kompetitif. Sinarmas Sekuritas memberi rekomendasi buy saham TUGU dengan target harga Rp1.700 per lembar. Target tersebut mencerminkan valuasi sekitar 0,57 kali price-to-book value (PBV) untuk tahun 2027.
Menurut Sinarmas Sekuritas, salah satu faktor pembeda utama TUGU dibanding perusahaan asuransi umum lainnya, posisi permodalan sangat kuat. TUGU dinilai secara konsisten menjaga Risk Based Capital (RBC) di atas 400 persen, jauh melampaui ketentuan regulator maupun rata-rata industri. Kekuatan modal itu, memberi ruang lebih besar bagi TUGU untuk menangani risiko-risiko besar, dan kompleks, khususnya pada segmen korporasi yang butuh kapasitas underwriting tinggi.
Selain itu, Sinarmas Sekuritas menilai peringkat A- dari AM Best menjadi faktor penting yang memperkuat posisi kompetitif TUGU di pasar global. Rating tersebut dinilai meningkatkan kredibilitas TUGU di mata perusahaan reasuransi internasional sekaligus menjaga akses terhadap kapasitas reasuransi berkualitas tinggi. Keunggulan itu, dinilai sangat relevan mengingat TUGU memiliki eksposur kuat pada segmen energi, dan aviasi, dua lini bisnis yang butuh dukungan reasuransi global solid.
Nah, dari sisi operasional, Sinarmas Sekuritas memperkirakan pertumbuhan bisnis TUGU akan tetap terjaga dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan premi sehat, dan disiplin dalam pengelolaan risiko diperkirakan menjadi pendorong utama peningkatan kinerja perusahaan. Tim riset memperkirakan pendapatan asuransi dapat tumbuh sekitar 9 persen per tahun jangka menengah. Angka itu, berada di atas panduan pertumbuhan tahun 2026 sebelumnya disampaikan manajemen sekitar 6 persen.
Saat bersamaan, rasio klaim dan utilisasi reasuransi diperkirakan tetap berada pada level terkendali. Kondisi itu, diyakini dapat mendukung peningkatan Insurance Service Result (ISR) sesuai implementasi PSAK 117 yang kini menjadi fokus utama industri asuransi. Selain bisnis inti asuransi, Sinarmas Sekuritas juga melihat potensi tambahan dari portofolio investasi TUGU yang besar, dan likuid dengan nilai mencapai Rp11 triliun.
Kombinasi pertumbuhan premi, disiplin biaya, kontribusi pendapatan non-asuransi stabil, dan optimalisasi investasi diperkirakan mendukung pertumbuhan laba bersih berkelanjutan beberapa tahun mendatang.“Dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih dapat diatribusikan kepada pemegang saham (PATMI) 8-9 persen per tahun periode 2026–2030, dan rasio pembayaran dividen (payout ratio) 50 persen, TUGU menawarkan profil dividen menarik bagi investor.” tulis Tim Riset Sinarmas Sekuritas.
Di sisi lain, Sekuritas tersebut juga turut menyoroti adanya wacana konsolidasi industri asuransi umum yang menempatkan TUGU pada posisi strategis. Menurut pandangan Tim Riset Sinarmas Sekuritas, konsolidasi industri asuransi BUMN berpotensi meningkatkan efisiensi, optimalisasi modal, dan daya saing industri, namun implementasinya harus tetap mempertimbangkan spesialisasi, dan keunggulan masing-masing entitas.
Nah, dalam konteks itu, TUGU dinilai berada pada posisi strategis karena merupakan satu-satunya perusahaan asuransi umum afiliasi BUMN tercatat di bursa, didukung permodalan kuat, kapabilitas underwriting pada risiko kompleks, kepemimpinan segmen energi, offshore, aviasi, marine, dan engineering.
Apabila pemerintah mengadopsi model konsolidasi berbasis spesialisasi, TUGU dinilai menjadi salah satu penerima manfaat utama karena memiliki kompetensi teknis, posisi pasar, dan keunggulan kompetitif yang sulit direplikasi pemain lain. (*)
Related News
Mesin Pertumbuhan Baru Non Batu Bara, Saham BUMI Meroket
Prospek Bisnis Berkelanjutan, Saham IPPC Semakin Dilirik Investor
IHSG Parkir di Zona Hijau, DSSA dan Grup Barito Jadi Motor Penguatan
Laba Naik 231 Persen, IDEA Mantapkan Fondasi Pertumbuhan Kinerja 2026
Danamon (BDMN) Guyur Akulaku Rp500M, Perluas Akses Pembiayaan Digital
BBRI Bakal Gelar Buyback, Siapkan Dana Rp500 Miliar





