EmitenNews.com - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) akan melakukan ekspansi lebih dari 400 gerai hingga akhir 2026. Saat ini, FORE telah memiliki 380 gerai yang tersebar lebih dari 60 kota dan kabupaten di Indonesia.

Di saat yang sama, FORE juga tengah membangun pabrik baru di Taman Tekno BSD sebagai motor lini usaha baru di sektor makanan, yakni Fore Donuts. Rencananya, FORE menargetkan bulan Agustus atau September untuk pabrik baru resmi beroperasi.

Direktur Strategi FORE, M Fachmi mengatakan, pabrik tersebut dibangun untuk mengakselerasi produksi donut dengan mengubah proses dari manual menjadi frozen dough agar siap diekspansi secara masif ke luar Jabodetabek atau ke luar Jawa.

Maka dari itu, untuk memuluskan rencana tersebut, Fachmi menyebutkan FORE telah menyiapkan belanja modal dari alokasi dana IPO mencapai Rp15 miliar, sedangkan total capex untuk tahun 2026 yaitu sebesar Rp250-Rp300 miliar.

Sementara untuk ekspansi gerai, setiap penambahan satu gerai Fore Coffee dan Fore Donuts masing-masing membutuhkan dana sekitar Rp2 miliar dan Rp2 hingga Rp2,5 miliar.

"Ekspansi (Fore Donut) tahun ini Jabodetabek dan mall. Karena kalau brand baru, yang dibutuhkan kita memang yang sudah ada traffic pooling-nya. Mall, itu sudah ada traffic, gitu ya. Tapi tahun depan, we consider, masuk ke kota lain, Semarang, Jogja dan lainnya," ujar Fachmi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/8).

Selain itu, FORE juga membidik pertumbuhan revenue hingga 50% dan net profit tumbuh hingga 70%. Hal ini ditopang oleh kinerja semester I 2026, di mana FORE membukukan penjualan neto sebesar Rp1,00 triliun, melonjak 51,00% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp662,3 miliar.

Sejalan dengan tumbuhnya pendapatan, FORE membukukan laba periode berjalan sebesar Rp56,4 miliar, meningkat 34,29% dibandingkan laba sebesar Rp42,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rencana Bagi Dividen?

Meski mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026, FORE masih belum berencana membagikan dividen. Hal ini dikarenakan return earning yang masih negatif. Namun, Fachmi tak menampik ada komitmen untuk pembagian dividen bagi pemegang saham.