EmitenNews.com - Express Transindo (TAXI) sepanjang 2025 merugi Rp19,57 miliar. Bengkak 999,43 persen dari episode sama tahun lalu dengan minus Rp1,78 miliar. Dengan hasil itu, rugi per saham menjadi Rp1,91 dari sebelumnya Rp0,17. 

Pendapatan Rp3,5 miliar, susut 10 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp3,89 miliar. Beban pokok pendapatan Rp3,36 miliar, mengalami pengurangan dari akhir tahun 2024 sebesar Rp3,76 miliar. Laba kotor terkumpul Rp141,11 juta, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp129,53 miliar. 

Beban umum dan administrasi Rp4,63 miliar, bengkak dari Rp4,05 miliar. Rugi usaha Rp4,49 miliar, bertambah dari Rp3,93 miliar. Cadangan penyisihan penurunan nilai piutang usaha Rp2,12 miliar dari nihil. Cadangan penyisihan penurunan nilai piutang usaha Rp2,12 miliar dari nihil. 

Jumlah ekuitas Rp35,7 miliar, anjlok dari akhir tahun sebelumnya Rp55,26 miliar. Defisit Rp1,3 triliun, bengkak dari Rp1,28 triliun. Total liabilitas Rp3,22 miliar, berkurang dari akhir tahun lalu Rp3,65 miliar. Jumlah aset Rp38,93 miliar, berkurang dari Rp58,92 miliar. 

Tanpa Pemegang Saham Pengendali

Per 30 April 2026, pemegang saham TAXI antara lain Verawaty Ling 1,05 persen, Andi Indarto hartono 1,23 persen, Agus Prayitno 1,77 persen, Lauw Susanto 3,96 persen, Robert 4,4 persen, PO Susanto 5,52 persen, Valbury Asia Futures 1,03 persen, HP Capital Resources 1,42 persen, dan Jakarta Sinar Intertrade 2,37 persen. 

Jumlah saham free float TAXI 9,65 miliar lembar setara dengan 94,48 persen. Susut 5,52 persen dari bulan sebelumnya 10,22 miliar helai alias 100 persen. Total pemegang saham nasabah pemilik SID berjumlah 16.337 pihak, bertambah 107 pihak dari periode bulan sebelumnya 16.444 pihak. 

Sepanjang penutupan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, saham TAXI terakhir di Rp17 per helai alias stagnan. Sejak awal tahun alias year to date, saham TAXI terdilusi 3 poin setara 15 persen dari perdagangan edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp20. (*)