Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Peran Sebagai Mitra Pemerintah
Bank Mandiri (BMRI) turut konsisten mempertahankan fundamental keuangan solid sepanjang 2025, didukung penguatan ekosistem finansial serta akselerasi layanan digital yang menyeluruh. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp2.829,9 triliun, sejalan dengan penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen YoY menjadi Rp1.895,0 triliun. Dok. BMRI.
EmitenNews.com - Dukungan kinerja sektor eksternal dan aktivitas domestik yang terjaga, menyumbang faktor perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur pertumbuhan yang solid sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan. Ini mencerminkan daya tahan perekonomian Indonesia di tengah tantangan global di dukung kebijakan pemerintah yang akomodatif.
Sejalan dengan akselerasi ekonomi tersebut, Bank Mandiri (BMRI) turut konsisten mempertahankan fundamental keuangan solid sepanjang 2025, didukung penguatan ekosistem finansial serta akselerasi layanan digital yang menyeluruh. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp2.829,9 triliun, sejalan dengan penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen YoY menjadi Rp1.895,0 triliun.
Dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (7/2/2026), Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengungkapkan realisasi kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis sejalan dengan upaya Bank Mandiri berkontribusi untuk perekonomian nasional, ekonomi kerakyatan serta penciptaan lapangan kerja. Terbukti, kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh kuat hingga 4,88 persen YoY sepanjang 2025, saat pertumbuhan Kredit UMKM industri melambat. Hal ini menegaskan peran Bank Mandiri dalam mendukung 1,3 juta pelaku UMKM yang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Riduan, pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan. BUMN perbankan itu terus mendorong pembiayaan selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja.
“Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen YoY. Struktur pendanaan bank berkode emiten BMRI ini, juga terjaga baik dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun. Dengan begitu likuiditas Bank Mandiri tetap memadai dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi terintegrasi antarkanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan unggul dan berkelanjutan,” imbuh Riduan.
Akselerasi Digital Perkuat Pertumbuhan Kinerja
Bank berlogo pita emas ini menegaskan, akselerasi layanan digital terus menjadi pengungkit utama pertumbuhan kinerja Bank Mandiri sepanjang 2025 melalui penguatan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi. Optimalisasi kanal digital mendorong peningkatan aktivitas transaksi nasabah ritel maupun pelaku usaha, sekaligus memperluas basis layanan bernilai tambah yang berkelanjutan.
Dari sisi nasabah ritel, Livin’ by Mandiri terus menjadi fondasi utama layanan digital Bank Mandiri dengan menghadirkan super app yang mengintegrasikan beragam kebutuhan finansial dalam satu ekosistem. Aplikasi ini mencakup layanan transaksi harian seperti pembayaran dan transfer, pembukaan rekening secara digital, QRIS, tabungan multicurrency serta tarik tunai tanpa kartu, hingga pengelolaan investasi dan pembelian produk lifestyle, dengan memberikan pengalaman perbankan yang praktis, aman, dan terpersonalisasi.
Hingga akhir 2025, Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh 37,2 juta pengguna untuk mendukung aktivitas perbankan harian. Ada peningkatan 27% secara tahunan, dengan tingkat akuisisi sekitar 25 ribu pengguna per hari. Seiring dengan pertumbuhan basis pengguna tersebut, aktivitas transaksi di Livin’ by Mandiri juga terus menunjukkan tren peningkatan yang solid sepanjang 2025, mencerminkan adopsi layanan digital yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Pada sisi wholesale, Kopra by Mandiri sebagai wholesale digital super platform memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai solusi digital satu pintu bagi nasabah korporasi, institusi, hingga pelaku usaha melalui platform yang terintegrasi.
Kopra by Mandiri menghadirkan fitur unggulan seperti Cash Management untuk pengelolaan arus kas dan pembayaran massal, Value Chain untuk mendukung pembiayaan ekosistem bisnis (value chain financing), serta Trade Finance yang memfasilitasi transaksi perdagangan domestik dan internasional. Seluruh layanan ini dilengkapi dashboard keuangan terintegrasi serta persetujuan transaksi secara real-time melalui akses web dan aplikasi mobile.
“Pemanfaatan layanan digital Bank Mandiri kami arahkan untuk memperkuat ekosistem transaksi nasabah ritel dan pelaku usaha secara terintegrasi, sekaligus menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan setiap segmen. Langkah ini mendorong akselerasi kinerja yang bertumbuh dan mempertegas peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan ekosistem ekonomi nasional,” ujar Riduan lagi.
Kualitas Aset dan Profitabilitas Tetap Optimal
Kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga sepanjang 2025 seiring penerapan manajemen risiko yang disiplin dan selektif pada seluruh segmen pembiayaan. Kondisi ini tercermin pada rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 0,96 persen di akhir 2025, di bawah rata-rata industri dan konsisten menunjukkan tren perbaikan secara gradual.
Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih senilai Rp106 triliun dengan tren positif seiring pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang tetap solid.
Related News
Tumbuh Minimalis, BRIS 2025 Tabulasi Laba Rp7,56 Triliun
CBDK Raup Marketing Sales Rp430 Miliar, Ini Segmen Penyumbang Terbesar
Pasok Energi, PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit
Sesuai Target, PANI Sepanjang 2025 Catat Marketing Sales Rp4,3 Triliun
Bidik Pasar Timur Tengah, Indospring (INDS) Perluas Ekspansi Ekspor
Anggaran Kesehatan Naik, OMED Siap Gas Pertumbuhan 10–15 Persen





