EmitenNews.com - PT Adaro Energy (ADRO) bakal merombak sejumlah posisi strategis. Mulai posisi komisaris independen, dan penggantian sejumlah direksi. Itu dilakukan untuk penyegaran di tubuh manajemen.


Adaro Energy mengganti Raden Pardede dari posisi komisaris independen. Sebagai gantinya, emiten pertambangan itu, mengangkat Budi Bowoleksono. ”Menerima pengunduran diri Raden Pardede dari komisaris Independen,” tutur Mahardika Putranto, Corporate Secretary Adaro Energy, Selasa (18/1).


Budi pernah menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Amerika Serikat, Sekretariat Jenderal Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Republik Indonesia di Kenya yang juga mencakup Kepulauan Seychelle, Mauritius, Uganda, UNEP dan UN Habitat. Budi juga pernah merangkap sebagai Komisaris Independen, Merdeka Copper Gold, dan Komisaris Independen, Adaro Minerals Indonesia.


Selain itu, Adaro juga bakal mengangkat Michael William P. Soeryadjaya sebagai direktur untuk masa jabatan terhitung sejak penutupan rapat sampai penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2026.


Pria 35 tahun itu, pernah mengenyam pendidikan di Universitas Pepperdine Amerika Serikat. Lalu, Michael juga pernah menjabat sejumlah posisi strategis seperti presiden direktur Saratoga Investama Sedaya, direktur Merdeka Copper Gold, Direktur PT Adaro Strategic Investments, Direktur PT Adaro Strategic Lestari, dan Direktur PT Adaro Strategic Capital. Michael juga memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali Adaro Energy. 


Selanjutnya, Adaro Energy bakal mengganti nama menjadi Adaro Energy Indonesia dari sebelumnya bernama Adaro Energy. Hajatan itu, akan dituntaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 Februari 2022.(*)