Garap Energi, Emiten Jusuf Kalla (BUKK) Suntik Modal Anak Usaha Rp240 Miliar
:
0
EmitenNews.com - Bukaka Teknik Utama (BUKK) menginjeksi modal anak usaha Rp240 miliar. Suntikan modal tersebut mengaliri kantong Bumi Mineral Sulawesi (BMS). Guyuran dana itu, hasil pinjaman dari Malea Energy (ME).
Ya, perseroan menarik pinjaman lunak dari Malea Energy senilai Rp16 juta. Fasilitas pinjaman dari entitas usaha tersebut ekuivalen dengan Rp240 miliar. Nilai pinjaman itu, sekitar 5,63 persen dari ekuitas emiten besutan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tersebut.
Per 30 Juni 2023, ekuitas Bukaka Teknik Utama tercatat senilai Rp4,25 triliun. Dua transaksi tersebut merupakan suatu rangkaian transaksi yang tidak dapat dipisahkan, sehingga dalam hal salah satu transaksi tidak terlaksana maka rencana transaksi tidak dapat dilaksanakan.
Transaksi itu, didasari pertimbangan perseroan berencana untuk mengembangkan bisnis bidang energi, dan pertambangan. Oleh karena itu, perseroan meningkatkan investasi penyertaan modal di BMS bergerak bidang pengembangan energi, dan pertambangan. Perseroan bermaksud ikut berkontribusi dalam pengembangan energi nasional, dan penyediaan bahan baku energi melalui kegiatan pertambangan.
Menyusul kebutuhan modal BMS itu, perseroan melakukan peningkatan setoran modal dengan membeli saham baru terbitan BMS. Di mana, setoran modal untuk BMS tersebut menggunakan dana dari pinjaman afiliasi yang diterima perseroan dari Malea Energy.
Transaksi itu, akan memberi nilai tambah bagi perseroan. Perseroan dapat mengembangkan usaha bidang investasi energi, dan pertambangan. Selain itu, transaksi akan meningkatkan laba perseroan, dan menciptakan nilai tambah kembali bagi pemegang saham perseroan.
Transaksi peningkatan setoran modal kepada BMS itu, akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan permodalan BMS. Dan, untuk kali pertama, rangkaian transaksi bertahap tersebut telah dimulai perseroan pada 13 November 2023. (*)
Related News
Atasi Kendala Overcapacity, SMGR Pacu Ekspor dan Transformasi Bisnis
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M





