EmitenNews.com—Selama sembilan bulan pertama tahun ini, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan laba bersih mencapai USD3,75 miliar, padahal di periode yang sama 2021 masih mencatatkan rugi bersih sebesar USD1,66 miliar.


Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta Kamis (3/11), total pendapatan usaha GIAA per Kuartal III-2022 mencapai USD1,51 miliar atau mengalami kenaikan dibanding per Kuartal III-2021 yang senilai USD939,03 juta.


GIAA juga tercatat mampu menekan beban usaha selama sembilan bulan pertama tahun ini menjadi USD1,86 miliar dari USD1,98 miliar pada periode yang sama di 2021.


Pada pos pendapatan usaha lainnya, GIAA mampu membukukan sebesar USD4,27 miliar per Kuartal III-2022. Perolehan ini berbanding terbalik, apabila dibandingkan per Kuartal III-2021 yang mencatatkan beban usaha lainnya sebesar USD729,89 juta.

Laba periode berjalan yang dicatatkan GIAA per Kuartal III-2022 sebesar USD3,7 miliar. Adapun besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per Kuartal III-2022 juga sebesar USD3,7 miliar.


Per 30 September 2022, GIAA terbilang sukses menekan total liabilitas menjadi USD8,3 miliar dari USD13,3 miliar pada 31 Desember 2021. Tetapi, hingga akhir Kuartal III-2022, GIAA masih mencatatkan ekuitas negatif senilai USD2,41 miliar atau jauh lebih rendah dibanding per akhir Desember 2021 yang masih negatif sebesar USD6,11 miliar.