EmitenNews.com - PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), atau KB Bukopin menggelar Paparan Publik Tahun 2022 pada Jumat (28/12/2022), menggunakan mekanisme Virtual Webinar. Materi yang disampaikan yaitu misi terkait Era Baru KB Bukopin  tahun 2023, Profile KB Financial Group dan KB Kookmin Bank, Laporan Kinerja Keuangan KB Bukopin Q3 Tahun 2022, dan strategi KB Bukopin Tahun 2023. Termasuk rencana right issue yang akan dirampungkan pada awal tahun 2023.


Narasumber yang hadir dari KB Bukopin yaitu Presiden Direktur Woo Yeul Lee)**, Wakil Presiden Direktur Robby Mondong, Direktur Keuangan Seng Hyup Shin, Direktur Operasi Helmi Fakhrudin, Direktur Kepatuhan Dodi Widjajanto, Direktur SME & Wholesale Yohanes Suhardi dan Direktur IT Young Eun Moon)**.


** Efektif sejak ditetapkan oleh Perseroan setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK No. 27/POJK.03/2016; POJK No. 37/POJK.03/2017 dan/atau Peraturan Perundang-undangan lainnya yang berlaku.


KB Bukopin didukung penuh oleh KB Financial Group selaku Ultimate Shareholder yang memiliki kekuatan modal, kekuatan merek, basis nasabah terbesar dan jaringan luas di beberapa negara diyakini akan memberikan solusi keuangan optimal kepada seluruh stakeholdernya melalui kolaborasi di antara 13 anak perusahaan yang dimilikinya.


Dalam paparannya, Wakil Presiden Direktur KB Bukopin Robby Mondong menyampaikan bahwa era baru KB Bukopin telah dimulai, setelah melalui serangkaian proses transformasi yang penuh dengan tantangan dalam beberapa tahun terakhir. KB Bukopin siap melangkah ke tahap selanjutnya, salah satunya dengan menjadi clean bank di tahun 2023.


KB Bukopin menargetkan akan menjadi bank bersih di tahun depan sesuai ketentuan regulator dengan menjual kredit macet sekitar Rp10 triliun. Penjualan kredit bermasalah tersebut akan dilakukan melalui berbagai skema, baik yang sudah pernah dilakukan maupun opsi-opsi penyelesaian lainnya.


Direktur Keuangan KB Bukopin Seng Hyup Shin juga menyampaikan arah strategi pada KB Bukopin ini dapat dibagi menjadi dua tahap. Pertama, tahun 2023 fokus pada penanganan bad loan dan menjadikan PPOP positif. Selanjutnya tahun 2024, target pada net income menjadi positif.


KB Bukopin tengah melakukan pembenahan terhadap bad loan melalui skema bulk sale sebesar Rp5,4 triliun. Dengan demikian, posisi Loan at Risk (LAR) turun menjadi sekitar Rp10 triliun, sementara kredit bermasalah (NPL) turun menjadi Rp1,8 triliun. Posisi rasio LAR berada angka 52,8%. KB Bukopin menargetkan rasio LAR berada di bawah 50% di akhir 2022, sementara NPL ada di 8%. Melalui penghematan biaya, rasio cost to income (CIR) pun dapat ditekan menjadi 148,45% pada September 2022 atau turun 56,82% secara yoy.


Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 43 triliun pada September 2022, Shin menjelaskan penurunan tersebut karena adanya perbaikan struktur DPK yang dilakukan dengan melepas dana-dana mahal dan pembenahan kredit macet. Untuk penyaluran kredit sebesar Rp47 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) senilai 17,60% atau naik dari 12,14% pada September 2021.


KB Bukopin juga telah melakukan penghimpunan dana murah jangka panjang melalui kerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) Bank Dunia sebesar Rp4 triliun dan menerbitkan sub loan sebesar Rp3 triliun.


Kinerja keuangan KB Bukopin terus mencatatkan perbaikan jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Hal ini tercermin dari rugi operasional sebelum provisi atau pre-provision operating profit (PPOP) hingga kuartal III 2022 sebesar Rp489 miliar, atau mengalami perbaikan dibandingkan dari rugi operasional sebelum provisi atau pre-provision operating profit (PPOP) pada periode yang sama tahun 2021 yang sebesar Rp1,28 triliun.


Selain itu, dari sisi fee base income juga akan menjadi fokus KB Bukopin ke depannya. KB Bukopin akan fokus dari produk mutual fund hingga bank assurance dan akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar Korea yang sudah ada di pasar Indonesia. Bersamaan dengan itu, penambahan modal melalui rights issue juga diharapkan dapat mempertebal modal KB Bukopin.


Di sisi lain, Shin juga menyampaikan target dalam bentuk rasio keuangan di tahun 2023 mendatang. Terdapat tiga target utama yang sudah disusun perseroan tahun depan. Pertama, melakukan penanganan kredit macet sehingga menjadi bank bersih. Di akhir 2023, rasio non performing loan (NPL) ditargetkan di bawah 5% dan rasio Loan at Risk (LAR) di bawah 20%.


Kedua, menjadikan laba operasional sebelum provisi (PPOP) positif. Dan ketiga, menargetkan pendapatan bunga bersih alias net interest income (NII) bisa positif.


Sedangkan untuk perkembangan right issue, Shin juga memaparkan bahwa KB Bukopin sedang melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk proses rights issue. Pada Januari 2023, kami akan melakukan pendaftaran pertama kepada OJK. Berdasarkan perkiraan jadwal, kami berharap mendapatkan pernyataan efektif pada Maret 2023. Untuk proses rights issue sendiri diperkirakan akan rampung pada bulan April atau Mei 2023.” ***