Generasi Muda Dominasi Transaksi Kripto, Tapi Literasi Masih Jadi PR
Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (Dok. CFX)
EmitenNews.com - Di tengah makin ramainya anak muda terjun ke aset kripto, isu literasi justru jadi sorotan utama. Data kajian LPEM FEB UI menunjukkan mayoritas investor aset keuangan digital saat ini berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun. Artinya, generasi muda bukan cuma ikut tren, mereka bahkan menjadi motor utama pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia.
Namun di balik peluang besar itu, ada risiko yang tak bisa dianggap remeh. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga rutin mengingatkan, jangan sampai investasi kripto cuma jadi ajang ikut-ikutan atau FOMO. Tanpa pemahaman yang cukup, pasar bisa berubah jadi arena spekulasi semata, bukan investasi yang sehat.
Sebagai pionir bursa aset kripto yang telah berizin dan diawasi oleh OJK, PT Central Finansial X atau CFX menilai pemahaman yang kuat soal transaksi kripto kini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan.
Untuk menjawab tantangan itu, CFX menghadirkan program literasi lewat CFX Connect yang digelar di Universitas Indonesia. Forum ini mempertemukan regulator, pelaku industri, dan mahasiswa untuk ngobrol langsung soal risiko, peluang, hingga masa depan aset digital.
Direktur Utama CFX, Subani, menegaskan edukasi jadi fondasi penting agar industri kripto bisa tumbuh sehat. Menurutnya, tanpa literasi yang kuat, potensi besar kripto justru bisa berbalik jadi risiko bagi investor pemula.
"Edukasi menjadi hal yang krusial untuk membangun ekosistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dan konsumen aset kripto,” ujarnya Subani dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Hal senada juga ditegaskan oleh Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan.
Ia mengingatkan bahwa tujuan utama bukan sekadar mempercepat adopsi, tapi memastikan masyarakat paham betul apa yang mereka lakukan—termasuk risiko di balik potensi cuan.
"Kita tidak ingin pasar menjadi arena spekulasi murni, di mana masyarakat hanya tergiur narasi “cepat kaya” tanpa memahami risiko yang menyertainya," katanya.
Menariknya, pendekatan literasi ini juga dibuat lebih dekat dengan anak muda lewat kompetisi CFX Lab. Di sini, mahasiswa diajak langsung jadi analis pasar kripto dan bagaimana menyusun strategi investasi yang baik.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan talenta terbaik, satu kelompok pemenang terpilih akan mendapatkan hadiah penghargaan eksklusif dari Bursa Kripto CFX. Pemenang berhak membawa pulang hadiah dalam bentuk USDT serta kesempatan berharga untuk mengikuti program Internship di ekosistem Bursa Kripto CFX.
Related News
Semua Sektor Menghijau! IHSG Akhir Pekan Melonjak 2,07 Persen
Bear Market, Ini 5 Strategi Wajib Investor Miliki
Pabrik Melamin Pertama di Indonesia Dibangun, Investasinya USD600 Juta
IPOT Smart Money Circle, Komunitas Investor Hadir di Telegram
Petani Menjerit Gula Tak Laku, Mentan Tertibkan Impor Gula Rafinasi
Menkeu Bertemu GAIKINDO Bahas Dukungan Bagi Industri Otomotif





