Genjot Layanan Digital, Bank BTN (BBTN) Resmi Gandeng Google Cloud
:
0
EmitenNews.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi menjalin kemitraan dalam penerapan teknologi komputasi cloud dengan Google Cloud Indonesia melalui partner lokalnya PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) guna menggenjot inovasi layanan digital perseroan.
"Kemitraan ini telah berjalan sejak kuartal satu tahun 2022, dalam rangka mempercepat transformasi dan pemutakhiran layanan digital untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Direktur IT & Digital Bank BTN Andi Nirwoto dalam acara penandatanganan kerja sama antara Bank BTN dengan Google Cloud Indonesia di Jakarta, Selasa.
Dalam keterangan tertulisnya, Andi menyampaikan, teknologi cloud mampu memberikan keunggulan berupa keandalan teknologi digital pada perusahaan, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing serta kemampuan memberikan layanan yang lebih baik kepada para pelanggan, khususnya dalam upaya menjaring generasi milenial.
"Kami memahami tidak hanya diperlukan tekad yang kuat dan kerja keras yang nyata, tetapi juga pentingnya kolaborasi dengan penyedia teknologi inovasi yang tepat sambil tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, agar BTN dapat selalu yang terdepan dalam menyediakan layanan modern dan inovasi digital yang terpercaya," ujar Andi.
Andi menambahkan, untuk mewujudkan cita-cita Bank BTN menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada 2025, perseroan perlu melakukan ekspansi yang cepat dan modernisasi proses bisnis. Untuk itu, digitalisasi bukan lagi pilihan tetapi keharusan, dan hal tersebut akan lebih mudah direalisasikan melalui teknologi informasi berbasis cloud.
Related News
Saham Melesat Ratusan Persen Ini Langsung ARB Usai Buka Suspensi
Peringkat ADCP Digerus ke idCCC, Pefindo Soroti GalBay Kupon Obligasi
Arah Baru, GPSO Selaraskan Strategi Usai Akuisisi oleh Tjokro Group
Perkuat Pasar B2B, GULA Bidik Akuisisi Pabrik Gula di Sragen
Diversifikasi Bisnis, SOLA Patok Pendapatan 2026 Tumbuh 23,5 Persen
Baru Tuntas, ASII Lanjut Buyback Rp8 Triliun





