Gerak IHSG Tergantung Stabilitas Rupiah, dan Modal Asing
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate 5,75 persen memberi sentimen positif bagi pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat rebound 1,56 persen menjadi 6.375, dan Rupiah menguat menjadi Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (USD). Namun, penguatan tersebut masih perlu dicermati karena arus dana asing belum menunjukkan pembalikan signifikan.
Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan investor masih perlu mencermati perkembangan foreign flow setelah keputusan BI. Pada perdagangan terakhir, investor asing masih mencatatkan net sell Rp468 miliar di pasar reguler, terutama pada saham Bank BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Telkom (TLKM). Secara year-to-date, outflow asing telah mencapai Rp102,9 triliun.
Di sisi lain, terdapat pembelian selektif pada saham Merdeka (MDKA), dan Timah (TINS). “Setelah itu, fokus bergeser dari keputusan BI ke efektivitas policy mix dalam menjaga Rupiah sekaligus likuiditas. Dengan global yields kembali naik, keberlanjutan rebound IHSG sangat bergantung pada stabilisasi Rupiah, dan terpenting kembalinya foreign demand pada liquid large caps,” ujar Rully.
Tekanan eksternal juga masih menjadi perhatian. Wall Street kembali melemah, dengan S&P 500 turun 0,8 persen, Nasdaq 1,1 persen, dan Dow Jones 0,7 persen. Di pasar obligasi, yield US Treasury 10 tahun kembali menembus 5,1 persen, sementara harga minyak naik hampir 4 persen di tengah ketidakpastian terkait Iran. Kondisi tersebut berpotensi membatasi ruang penguatan pasar domestik meski sentimen dari keputusan BI relatif positif.
Sementara itu, Fixed Income Anlyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, menilai ruang penguatan pasar domestik masih terbuka, meski kondisi global akan menjadi faktor penting dalam jangka pendek. Menurutnya, pergerakan global interest rate akan memengaruhi perekonomian domestik, terutama melalui dampaknya terhadap penguatan maupun pelemahan Rupiah.
Jessica menilai stance BI dalam menggunakan policy mix selain kenaikan suku bunga menunjukkan upaya menjaga stabilitas tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Efektivitas pendekatan tersebut mulai terlihat dari kemampuan BI menjaga Rupiah di sekitar Rp17.800 per dolar AS meski indeks dolar AS (DXY) telah mencapai level 101.
“Ruang untuk penguatan masih terbuka, terutama di pasar SBN, dengan foreign participation yang relatif stabil di sekitar 13 persen dari total outstanding. Kondisi itu, juga didukung kebijakan fiskal terjaga, dan perkembangan di Kementerian Keuangan yang membantu mengembalikan investor confidence,” ujar Jessica.
Meski demikian, kondisi global dan arah kebijakan tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Kalau Rupiah kembali melewati level Rp18 ribu per USD, ruang bagi BI untuk kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps tetap terbuka. Melihat penggunaan instrumen valas dan kebijakan likuiditas makin memperkuat stance BI yang pro-growth, terutama dalam mendukung pertumbuhan kredit dan perekonomian.
Ke depan, BI diperkirakan cenderung mempertahankan suku bunga sambil mencermati kebutuhan pemberian insentif tambahan, khususnya untuk menarik foreign inflow dan menjaga stabilitas Rupiah. “Penurunan imbal hasil SRBI kini sudah berada di bawah 7 persen seluruh tenor menunjukkan adanya perubahan kondisi likuiditas. Dalam kondisi tersebut, kami melihat SBN dengan tenor medium to long term masih atraktif,” ucap Jessica. (*)
Related News
Tanpa Impor Tambahan, Industri Mamin Dipaksa Hemat Gula
IHSG Uji Area 6.200 di Perdagangan Jumat (25/9)
Kebut Carbon Offset 9 Juta Kilogram, Generali Indonesia Lakukan ini
Kejutan, Indofood Hadirkan Pop Mie Edisi Spesial Pokemon
IHSG Merosot 1,2 Persen, Saham-Saham Emiten Hary Tanoe Turun Terdalam
IPOT X Revolusi Pertama Investasi dengan AI-Native Intelligence





