EmitenNews.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp607,49 miliar pada semester I-2026. Angka ini berbalik dari posisi rugi Rp580,01 miliar pada paruh pertama 2025 atau naik Rp1,18 triliun YoY.

Laba per saham dasar (EPS) juga berbalik positif menjadi Rp0,57 dari sebelumnya rugi Rp0,55 per saham.

Dalam terbitan laporan kinerja per 30 Juni 2026 pada Rabu (29/7/2026) GOTO ditopang pendapatan bersih Rp10,99 triliun, naik 28,4% YoY dari Rp8,55 triliun. 

EBITDA Grup yang disesuaikan Q2-2026 tembus Rp1,0 triliun, melonjak 137% YoY. Ini kali pertama EBITDA kuartalan GoTo menembus Rp1 triliun.

"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya," ujar Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo.

Fintech Jadi Motor Baru

Segmen Fintech mencatatkan EBITDA disesuaikan Rp481 miliar di Q2-2026, naik 447% YoY. Untuk pertama kalinya profitabilitas Fintech melampaui On-Demand Services yang membukukan EBITDA Rp464 miliar, naik 41% YoY.

Pendapatan bersih Fintech juga tumbuh 53% YoY menjadi lebih dari Rp2,0 triliun di Q2-2026. Kinerja ini didorong peningkatan transaksi dan monetisasi layanan GoPay dan ekosistem keuangan lainnya.

Sementara itu, EBITDA disesuaikan ODS naik 41% YoY. Margin Mobility meningkat ke 5,0% dari 3,0% tahun lalu, dan margin Delivery naik ke 2,1% dari 1,8%.

Dampak Komisi Baru & Pedoman 2026